Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk membatalkan rencana serangan militer balasan terhadap Iran.

Permintaan itu disampaikan lewat sambungan telepon selama hampir setengah jam menyusul ketegangan regional yang kembali meningkat.

>>> Florentino Perez Kembali Pimpin Real Madrid, Mourinho Jadi Target Pelatih

Langkah diplomasi ini diambil Trump untuk memitigasi eskalasi bersenjata yang lebih luas di Timur Tengah.

Menurut laporan Axios, kebijakan penahanan diri ini krusial karena Washington sedang berupaya merampungkan kesepakatan damai komprehensif dengan Teheran.

"Israel telah melancarkan serangannya, begitu pula Iran. Kita tidak butuh serangan lagi," ujar Trump.

Ia menambahkan bahwa situasi saat ini berada pada fase yang sangat penting untuk mencapai pakta perdamaian.

Trump tidak menginginkan proses komunikasi diplomatik yang sedang berjalan terganggu oleh aksi militer lanjutan.

Hujan rudal dari Iran terjadi pascaserangan udara militer Israel di wilayah pinggiran kota Beirut, Lebanon, pada Minggu (7/6/2026).

Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan gempuran tersebut secara khusus menyasar Pangkalan Udara Ramat David yang terletak di dekat Nazareth.

Sementara itu, militer Israel mengonfirmasi adanya deteksi peluncuran rudal dari wilayah Iran.

>>> Kementerian PU Kebut Konstruksi Sekolah Rakyat Tahap II di Brebes

Komando pertahanan udara Israel mengklaim seluruh proyektil berhasil dicegat oleh sistem penangkis mereka.

Meskipun menerima tekanan politik dari Gedung Putih, jajaran komando pertahanan Israel dilaporkan tetap mempertahankan status siaga tinggi.

Kepala Staf Militer Israel Eyal Zamir menegaskan bahwa pasukannya siap mengambil tindakan tegas.

Walaupun perintah untuk melakukan serangan balasan ke Iran belum diturunkan, seluruh elemen tempur dipastikan dalam kondisi siap bergerak.

Situasi geopolitik saat ini kian rumit lantaran Iran mensyaratkan adanya gencatan senjata di Lebanon sebagai bagian utama dari draf perdamaian dengan Amerika Serikat.

Teheran menilai agresi Israel terhadap kelompok Hizbullah berpotensi merusak seluruh proses negosiasi.

Sebaliknya, Netanyahu menghadapi dinamika politik domestik yang ketat menjelang pelaksanaan pemilihan umum nasional Israel tahun ini.

>>> 10 Jurusan Kuliah yang Sulit Digantikan AI, Prospek Karier Cerah

Pemerintahan Israel bersikeras bahwa operasi militer terhadap Hizbullah di Lebanon merupakan yurisdiksi terpisah yang tidak berkaitan dengan perundingan nuklir maupun sanksi internasional Iran.