Jika seluruh dana buyback terpakai, cadangan kas akan menjadi Rp33,55 triliun.

>>> Bursa Saham Selandia Baru Anjlok Tertekan Eskalasi Konflik Timur Tengah

Aksi korporasi ini diperkirakan mengubah total aset dari Rp287,76 triliun menjadi Rp282,28 triliun, dan total ekuitas menjadi Rp145,06 triliun dari Rp150,54 triliun.

Laba per saham (EPS) diproyeksikan naik dari Rp179,80 menjadi Rp183,10.

Volume saham yang dibeli kembali dibatasi maksimal 10% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan porsi kepemilikan publik dijaga di atas 15%.

Rencana ini akan dimintakan persetujuan dalam RUPS pada 8 Juni 2026, dengan pelaksanaan mulai 9 Juni 2026 hingga 8 Juni 2027.

Pendanaan Internasional PGEO dan Dividen PSAB

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) memperoleh dukungan pendanaan internasional senilai US$477,87 juta. Dana tersebut didapat setelah tiga proyek energi terbarukan masuk dalam Green Book 2026.

Proyek tersebut meliputi PLTP Lumut Balai Unit 3 (55 MW), PLTP Lumut Balai Unit 4 (55 MW), dan PLTP Lahendong Unit 7-8 (50 MW).

Manajemen menargetkan PLTP Lumut Balai Unit 3 dan Lahendong Unit 7-8 beroperasi pada 2030, disusul Lumut Balai Unit 4 pada 2032.

Sementara itu, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) menetapkan dividen tunai Rp105 per saham untuk tahun buku 2025.

Total dividen mencapai Rp2,78 triliun untuk 26,46 miliar saham beredar.

Kebijakan tersebut disetujui dalam RUPST pada 3 Juni 2026.

PSAB membukukan pertumbuhan penjualan 22,34% menjadi US$288,75 juta pada 2025, dengan laba bersih US$35,45 juta.

Berdasarkan harga penutupan Rp500 per saham pada 5 Juni, dividen ini menawarkan yield sekitar 21%.

>>> Rumor Makan Malam Jensen Huang Dongkrak Saham Daging Babi Korea

Jadwal cum dividen pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 11 Juni 2026, dengan pembayaran pada 30 Juni 2026.