Wilayah Mindanao, Filipina, diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 8,2 pada Senin (8/6/2026). Guncangan ini memicu dikeluarkannya peringatan dini tsunami.

Pusat Riset Ilmu Kebumian Jerman (GFZ) melaporkan gempa tersebut memiliki kedalaman sangat dangkal, yakni 10 kilometer di bawah permukaan laut.

>>> Pertagas Tangani Kebocoran Pipa Gas Pertamina EP di Babelan

Kedangkalan ini meningkatkan kekhawatiran akan potensi kerusakan struktural yang masif.

Awalnya, GFZ mencatat kekuatan gempa sebesar magnitudo 7,3. Namun, setelah pemutakhiran data, kekuatannya meningkat signifikan menjadi magnitudo 8,2.

Sistem Peringatan Tsunami Amerika Serikat langsung merilis status ancaman bahaya tsunami untuk kawasan di sekitar pusat gempa. Negara-negara tetangga, termasuk Indonesia, segera mengantisipasi dampak dari guncangan besar ini.

>>> Saham BBCA Anjlok 6,45 Persen ke Level Terendah Lima Tahun

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengambil langkah cepat dengan mengumumkan peringatan dini tsunami.

Peringatan ini diarahkan secara spesifik bagi wilayah pesisir di bagian timur laut Indonesia, yang merupakan titik terdekat dengan Filipina Selatan.

Hingga saat ini, otoritas Filipina belum merilis laporan resmi terkait jumlah korban jiwa maupun total kerugian materiil.

>>> Dolar AS Kokoh di Level Tertinggi, Yen Jepang Terpuruk

Warga di kawasan pantai Mindanao serta wilayah timur laut Indonesia diminta segera menjauhi garis pantai dan mencari perlindungan di tempat yang lebih tinggi.