Cadangan Devisa Indonesia Menjadi Sorotan

Dari dalam negeri, pelaku pasar akan mencermati pengumuman data cadangan devisa Indonesia.

Cadangan devisa RI pada akhir April 2026 tercatat berada di level US$146,2 miliar setelah mengalami penurunan selama empat bulan berturut-turut.

Sepanjang kuartal I-2016, cadangan devisa Indonesia telah menyusut sebesar US$8,2 miliar.

Jika ditambah dengan periode April, maka total penyusutan cadangan devisa nasional mencapai US$10,27 miliar.

Meski mengalami penurunan, posisi cadangan devisa tersebut masih setara dengan 5,8 bulan impor.

Jumlah ini berada jauh di atas standar kecukupan internasional yang ditetapkan sebesar tiga bulan impor.

Jadwal Agenda Ekonomi dan Korporasi Global

Senin, 8 Juni 2026 diisi oleh rilis data cadangan devisa Indonesia, inflasi Chile, serta pesanan pabrik Jerman.

>>> Harga Emas Dunia 8 Juni 2026 Naik Tipis ke US$ 4.340 Per Troy Ons

Jepang juga akan mengumumkan data PDB, transaksi berjalan, dan perdagangan.

Selain data ekonomi, Presiden China Xi Jinping melakukan kunjungan pertama sejak 2019 ke Korea Utara atas undangan Kim Jong Un.

Pada saat yang sama, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim memulai kunjungan kerja ke Jepang hingga 10 Juni.

Selasa, 9 Juni 2026, sejumlah negara akan merilis data ekonomi penting seperti kepercayaan konsumen Australia, neraca perdagangan China dan Taiwan, serta pertumbuhan PDB Korea Selatan, Arab Saudi, dan Afrika Selatan.

AS akan mengumumkan persediaan grosir, perdagangan, dan penjualan rumah, sementara Jerman dan Meksiko merilis data industri serta inflasi.

Beberapa forum global juga mulai berjalan, termasuk Paris Finance Forum dan forum kebijakan modal alam World Bank di Bangkok.

Christine Lagarde bersama Dewan Gubernur ECB dijadwalkan bertemu Komisaris Uni Eropa, NASA mengumumkan astronaut untuk misi Artemis III, serta berlangsungnya Berlin Aviation Summit dan Forum Bloomberg Intelligence Generative AI.