Rully merekomendasikan saham INCO untuk investasi jangka menengah dengan target harga Rp7.400 per saham.

Empat Faktor Pendorong Aksi Asing

Direktur PT Purwanto Asset Management Edwin Sebayang memaparkan empat indikator utama yang mendasari keputusan investor asing.

Pertama, rotasi investasi dari saham perbankan ke komoditas sejak awal 2026 akibat kekhawatiran perlambatan ekonomi domestik, pelemahan rupiah, kualitas kredit, dan indeks MSCI.

Kedua, peluang jangka panjang transisi energi pada emiten yang terikat rantai pasok kendaraan listrik.

Ketiga, valuasi saham komoditas yang sudah murah setelah koreksi dalam.

Keempat, reposisi portofolio menjelang review MSCI dan FTSE.

Edwin menilai struktur pasar saham MDKA, ADRO, INCO, dan TINS jauh lebih aman dibandingkan saham konglomerasi yang tertekan isu konsentrasi kepemilikan.

Kendati demikian, volatilitas pasar berpotensi meningkat menjelang pengumuman indeks MSCI dan FTSE karena dana pasif akan menyesuaikan bobot portofolio.

Jika arus modal asing bergeser dari saham komoditas, Edwin memprediksi dana akan mengalir ke saham perbankan besar seperti BBCA, BBRI, BMRI, saham telekomunikasi TLKM, dan sektor konsumer.

>>> PT Esa Medika Mandiri Ekspansi ke Sektor Rumah Sakit Swasta

Untuk jangka menengah, Edwin menempatkan INCO, MDKA, dan ADRO sebagai prioritas utama, sementara TINS dan EMAS tetap menarik meski sensitif terhadap fluktuasi harga komoditas dunia.