Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 4,20 persen ke level 5.594,76 pada perdagangan Jumat (5/6/2026).

Di tengah tekanan tersebut, investor asing justru tercatat gencar membeli saham-saham emiten komoditas.

>>> Iran Protes AS soal Penolakan Visa Anggota Timnas Jelang Piala Dunia 2026

Data menunjukkan aksi jual bersih investor asing mencapai Rp24,77 triliun di pasar reguler dalam sebulan terakhir.

Namun, beberapa saham tambang mencatat pembelian bersih yang signifikan.

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) memimpin dengan beli bersih asing sebesar Rp1,2 triliun.

Disusul PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) sebesar Rp621,1 miliar dan PT Timah Tbk (TINS) Rp545,1 miliar.

Emiten lain seperti PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatat net buy Rp347,6 miliar, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp242,1 miliar, dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp230,9 miliar.

Prospek Komoditas Jadi Daya Tarik

Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, mengatakan MDKA dan EMAS memberikan eksposur terhadap emas dan tembaga yang diuntungkan oleh ketidakpastian geopolitik serta tema transisi energi.

Komoditas logam dasar dan batu bara dari ADRO, BUMI, INCO, dan TINS juga tetap menarik karena dibutuhkan sektor industri dan energi.

Rully memproyeksikan aksi beli selektif asing masih berpotensi berlanjut selama prospek emas dan logam positif serta tidak ada perubahan penilaian dari MSCI maupun FTSE.

Dorongan tambahan berasal dari naiknya volume produksi emas dan tembaga, proyek tambang Pani, rencana dual listing EMAS, dan harga emas yang ditopang suku bunga riil rendah.

>>> Maggie Baird Adaptasi Resep Keluarga Jadi Hidangan Vegan untuk Buku Resep Anak