Ia menghitung bahwa pendorong pengangkatan ini berada 490 hingga 630 meter di bawah permukaan. Para peneliti mengesampingkan faktor eksternal seperti gempa bumi atau curah hujan.

Waduk magma gunung berapi berada lebih dari 2 mil di bawah permukaan, jauh lebih dalam dari sumber pengangkatan.

Pengangkatan tersebut kemungkinan disebabkan oleh perubahan pada pipa hidrotermal yang menyebabkan penumpukan gas, atau pergerakan kecil magma yang memungkinkan gas menggelembung ke batuan di atasnya.

Langkah selanjutnya, menurut González, adalah berkolaborasi dengan ilmuwan yang melakukan pemantauan gas di gunung berapi.

>>> Indonesia Resmi Jadi Tuan Rumah Piala ASEAN FIFA 2026 Divisi Satu

"Studi ini tidak bertujuan untuk menimbulkan kepanikan, melainkan seruan bagi pihak berwenang di Iran untuk mengalokasikan sumber daya guna meninjau hal ini," ujar González.