OECD Proyeksikan Ekonomi Indonesia Melambat ke 4,7 Persen pada 2026
Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat menjadi 4,7 persen pada tahun 2026.
Proyeksi ini tertuang dalam laporan OECD Economic Outlook edisi Juni 2026 yang dirilis pada Minggu (7/6/2026).
>>> Daftar 23 Ponsel Android yang Mendukung Quick Share ke iPhone via AirDrop
Perlambatan tersebut dipicu oleh gejolak biaya energi global dan ketidakpastian kebijakan yang menekan konsumsi serta investasi.
Meskipun Produk Domestik Bruto (PDB) riil kuartal I-2026 tumbuh kuat sebesar 5,6 persen secara tahunan, indikator terkini menunjukkan pelemahan momentum domestik.
Penurunan penjualan ritel hingga 1,9 persen pada April 2026 menjadi salah satu sinyal perlambatan.
Tekanan terhadap konsumsi rumah tangga dan investasi diperkirakan berlanjut seiring merosotnya indeks kepercayaan konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja baru.
"Kenaikan biaya energi dan ketidakpastian kebijakan diperkirakan akan menekan konsumsi serta investasi di tengah melemahnya pasar tenaga kerja," tulis OECD dalam laporannya.
>>> Kemenkeu Hapus Sistem Pemeringkatan Pegawai Ditjen Pajak
Inflasi dan Respons Kebijakan
Tingkat inflasi nasional diproyeksikan merangkak naik ke level 3,4 persen pada 2026 akibat transmisi harga energi internasional.
Namun, penahanan harga BBM bersubsidi oleh pemerintah dinilai mampu meredam gejolak tersebut.
Bank Indonesia diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga acuan sampai akhir tahun 2026.
Di sisi fiskal, kebijakan diproyeksikan ekspansif melalui alokasi subsidi energi dan program makan bergizi gratis yang diimbangi penyesuaian pajak.
Akselerasi lembaga pengelola investasi Danantara diharapkan menjadi stimulus bagi masuknya modal swasta untuk proyek infrastruktur dan hilirisasi industri.
>>> Kemnaker Turun ke Lapangan Tangani Lonjakan PHK Puluhan Ribu Pekerja
Laporan OECD juga memproyeksikan ekonomi Indonesia akan kembali menguat ke level 5,0 persen pada tahun 2027.
Update Terbaru
Dampak Kurs Dolar Rp18 Ribu Mulai Menekan Pengeluaran Rumah Tangga
Minggu / 07-06-2026, 16:54 WIB
Maximo Quiles Juara Moto3 Hungaria, Veda Ega Raih Satu Poin
Minggu / 07-06-2026, 16:54 WIB
Likuiditas Perbankan Tertekan Akibat Penyusutan Simpanan Rupiah
Minggu / 07-06-2026, 16:53 WIB
Pemerintah Kaji Penerapan Gross Split dan Cost Recovery di Sektor Minerba
Minggu / 07-06-2026, 16:53 WIB
Trilogi Hitman Klasik Dapat Remaster, Rilis 2027 dengan Fitur Baru
Minggu / 07-06-2026, 16:52 WIB
Kejagung Tetapkan Tiga Mantan Pejabat BGN Tersangka Korupsi MBG
Minggu / 07-06-2026, 16:52 WIB
Tiga Operator Telekomunikasi Prancis Sepakat Akuisisi SFR Senilai Rp 360 Triliun
Minggu / 07-06-2026, 16:52 WIB
Viral Calon Pengantin Batalkan Pernikahan Tiga Hari Sebelum Akad Setelah Bongkar Perselingkuhan Pasangan
Minggu / 07-06-2026, 16:48 WIB
Veda Ega Pratama Finis ke-18 di Moto3 Hungaria 2026 karena Penalti
Minggu / 07-06-2026, 16:48 WIB
Veda Ega Pratama Finis ke-18 di Moto3 Hungaria 2026
Minggu / 07-06-2026, 16:48 WIB
Kejagung Pastikan Motor Listrik MBG di Daerah Tak Disita Meski Kasus Korupsi Diusut
Minggu / 07-06-2026, 16:47 WIB
Marc Marquez Kuasai Sprint Race dan Pimpin Start MotoGP Hongaria 2026
Minggu / 07-06-2026, 16:44 WIB
Daihatsu Perbarui Hijet Cargo dan Atrai, Harga Mulai Rp115 Juta
Minggu / 07-06-2026, 16:43 WIB
Siloam Hospitals Mampang Gunakan Robotik untuk Operasi Lutut
Minggu / 07-06-2026, 16:43 WIB






