Kemnaker Turun ke Lapangan Tangani Lonjakan PHK Puluhan Ribu Pekerja

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersiap menggelar inspeksi lapangan untuk menindaklanjuti gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang melanda puluhan ribu pekerja pada periode Januari hingga Mei 2026.
Data Satu Data Ketenagakerjaan mencatat sebanyak 23.470 tenaga kerja ter-PHK yang masuk klasifikasi peserta program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) per Jumat, 5 Juni 2026.
>>> Analisis Pemicu Koreksi Pasar Ekuitas Domestik
Jawa Barat menjadi wilayah dengan jumlah korban PHK tertinggi, mencapai 5.044 pekerja atau sekitar 21,49 persen dari total nasional.
Daerah lain dengan angka PHK tinggi adalah Banten (2.596 pekerja), Jawa Timur (2.332), Kalimantan Timur (1.841), dan DKI Jakarta (1.746).
Inspeksi dan Kerja Sama dengan Polri
Kemnaker memberikan perhatian khusus pada peningkatan ini dengan mengutus tim pengawas ke titik-titik kawasan industri.
Langkah pemeriksaan langsung tersebut diambil untuk merespons keluhan kelompok buruh mengenai pemecatan sepihak dan penindasan terhadap organisasi pekerja.
"Setiap aspirasi dan laporan yang disampaikan akan kami pelajari dan tindak lanjuti sesuai ketentuan.
Kami ingin memastikan hak-hak pekerja tetap terlindungi," kata Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor dalam keterangannya, Sabtu, 6 Juni 2026.
Afriansyah menambahkan bahwa peninjauan ini krusial untuk mengumpulkan bukti menyeluruh terkait kondisi riil di area kerja.
Temuan otentik dari lapangan akan dijadikan rujukan bagi otoritas dalam menentukan tindakan penegakan hukum atau mediasi lanjutan.
>>> Indonesia Tawarkan Proyek Giant Sea Wall ke Rusia di Forum SPIEF 2026
Selain menurunkan tim pengawas, Kemnaker menggalang kemitraan strategis bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Desk Ketenagakerjaan untuk memproses pelanggaran aturan kerja.
"Sejumlah isu yang menjadi perhatian meliputi dugaan pelanggaran prosedur PHK, gelombang PHK di kawasan industri, dugaan praktik union busting, serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)," ujarnya.
Update Terbaru
Dampak Kurs Dolar Rp18 Ribu Mulai Menekan Pengeluaran Rumah Tangga
Minggu / 07-06-2026, 16:54 WIB
Maximo Quiles Juara Moto3 Hungaria, Veda Ega Raih Satu Poin
Minggu / 07-06-2026, 16:54 WIB
Likuiditas Perbankan Tertekan Akibat Penyusutan Simpanan Rupiah
Minggu / 07-06-2026, 16:53 WIB
Pemerintah Kaji Penerapan Gross Split dan Cost Recovery di Sektor Minerba
Minggu / 07-06-2026, 16:53 WIB
Trilogi Hitman Klasik Dapat Remaster, Rilis 2027 dengan Fitur Baru
Minggu / 07-06-2026, 16:52 WIB
Kejagung Tetapkan Tiga Mantan Pejabat BGN Tersangka Korupsi MBG
Minggu / 07-06-2026, 16:52 WIB
Tiga Operator Telekomunikasi Prancis Sepakat Akuisisi SFR Senilai Rp 360 Triliun
Minggu / 07-06-2026, 16:52 WIB
Viral Calon Pengantin Batalkan Pernikahan Tiga Hari Sebelum Akad Setelah Bongkar Perselingkuhan Pasangan
Minggu / 07-06-2026, 16:48 WIB
Veda Ega Pratama Finis ke-18 di Moto3 Hungaria 2026 karena Penalti
Minggu / 07-06-2026, 16:48 WIB
Veda Ega Pratama Finis ke-18 di Moto3 Hungaria 2026
Minggu / 07-06-2026, 16:48 WIB
Kejagung Pastikan Motor Listrik MBG di Daerah Tak Disita Meski Kasus Korupsi Diusut
Minggu / 07-06-2026, 16:47 WIB
Marc Marquez Kuasai Sprint Race dan Pimpin Start MotoGP Hongaria 2026
Minggu / 07-06-2026, 16:44 WIB
Daihatsu Perbarui Hijet Cargo dan Atrai, Harga Mulai Rp115 Juta
Minggu / 07-06-2026, 16:43 WIB
Siloam Hospitals Mampang Gunakan Robotik untuk Operasi Lutut
Minggu / 07-06-2026, 16:43 WIB






