Nah, yang masih bisa diperbaiki itu biasanya yang hanya karena lama tidak dipakai lalu voltasenya drop," ujarnya.

Penurunan tegangan yang ekstrem membuat sistem pengisian daya standar motor listrik tidak mampu mengangkat kembali daya baterai.

"Kalau langsung dicas di unit kan tidak bisa, jadi di sini kita cas satu-satu. Itu biasanya masih bisa dipakai lagi.

Intinya harus bisa dicas dulu, baru kita ukur apakah masih layak pakai atau tidak," kata Muhlasin.

Setelah tegangan kembali normal, proses pemulihan dilanjutkan dengan pengukuran kapasitas sel. Langkah ini penting untuk memastikan keamanan dan kelayakan fungsi baterai sebelum dipasang kembali.

Pilihan Modifikasi ke Komponen Litium

Peluang perbaikan baterai SLA sebenarnya cukup terbatas di bengkel. Penggantian komponen menjadi langkah yang lebih masuk akal jika kerusakan sudah permanen akibat faktor umur.

Pihak bengkel biasanya menawarkan beberapa opsi kepada konsumen saat masa pakai baterai lama habis, termasuk modifikasi sistem daya.

"Bisa (upgrade), di sini selalu ada opsi. Kalau SLA sudah habis usia pakainya, kita tawarkan ganti ke litium atau tetap pakai SLA," ujar Muhlasin.

>>> Polda Metro Jaya Buka SIM Keliling di Jakarta Timur dan Barat, Ini Syaratnya

Migrasi ke baterai litium kini semakin diminati pengguna kendaraan listrik. Komponen ini menawarkan bobot lebih ringan, jangkauan lebih luas, dan usia pakai lebih panjang dibanding SLA.