Penyerang tim nasional Brasil, Endrick, mengungkap tantangan berat pada musim pertamanya di Real Madrid. Ia juga menceritakan besarnya dukungan moral dari Jude Bellingham dan Trent Alexander-Arnold.

Pemain berusia 19 tahun tersebut sempat kesulitan menembus skuad utama asuhan Carlo Ancelotti. Persaingan ketat di lini depan Los Blancos menjadi penyebab utamanya.

>>> Timnas Mesir Targetkan Lolos Fase Gugur Piala Dunia 2026

Mantan pemain Palmeiras ini menegaskan tidak pernah ragu menerima tawaran Real Madrid. Meski diminati klub raksasa Eropa lain, ia langsung mantap bergabung.

"Saat Real Madrid menelepon dan memberi tawaran, mustahil untuk menolak. Ini tim terbaik di dunia dan semua orang ingin bermain di sini," kata Endrick.

Kekaguman masa kecil pada Cristiano Ronaldo dan sejarah panjang pemain Brasil di Santiago Bernabeu menjadi alasan utama. "Idola masa kecil saya adalah Cristiano Ronaldo.

Ketika ia bergabung dengan Madrid, mimpi saya semakin kuat," ujarnya.

Namun, persaingan internal melawan pemain bintang dunia membuat tahun pertamanya tidak mudah. "Tahun pertama sulit.

Anda datang ke tim dengan pemain seperti Modric, Vinicius, dan Rodrygo. Sangat sulit bermain, tapi Anda juga banyak belajar," ungkap Endrick.

Di tengah situasi sulit, komunikasi intensif dengan Bellingham dan Alexander-Arnold menjadi penopang emosional. "Bellingham menelepon saya setiap hari.

Saat saya kesulitan, ia datang dan kami bicara. Ia banyak membantu.

Trent juga demikian," tutur Endrick.

Kendala bahasa tidak menghalangi keputusannya hijrah sementara ke Lyon selama enam bulan. "Tidak sulit pergi ke Lyon.

>>> Endrick Ungkap Dukungan Bellingham dan Alexander-Arnold di Masa Sulit Madrid

Tuhan bilang saya harus pergi, dan saya pergi. Ini salah satu keputusan terbaik dalam hidup saya," jelasnya.