Tim nasional Mesir membidik sejarah baru untuk melangkah ke fase gugur untuk pertama kalinya sepanjang sejarah keikutsertaan mereka dalam turnamen Piala Dunia 2026 di Amerika Utara.

Ambisi besar skuad berjuluk The Pharaohs tersebut dipimpin langsung oleh kapten sekaligus pemain bintang mereka, Mohamed Salah, di bawah asuhan pelatih lokal Hossam Hassan.

>>> Endrick Ungkap Dukungan Bellingham dan Alexander-Arnold di Masa Sulit Madrid

Kepastian tiket putaran final diamankan setelah Mesir tampil mendominasi sebagai juara Grup A pada babak kualifikasi zona Afrika (CAF) dengan catatan delapan kemenangan dan dua hasil imbang.

Keberhasilan tanpa kekalahan ini memecahkan rekor abadi milik Mesir yang telah bertahan selama 91 tahun sekaligus menandai kembalinya mereka setelah sempat absen pada edisi 2022 di Qatar.

Lini depan Mesir tampil produktif dengan menggelontorkan 20 gol sepanjang kualifikasi, di mana sembilan gol di antaranya dilesakkan oleh Mohamed Salah selaku pilar utama tim.

Piala Dunia 2026 menjadi penampilan keempat bagi negara pionir sepak bola Arab dan Afrika ini setelah sebelumnya berpartisipasi pada edisi 1934, 1990, dan 2018 yang semuanya terhenti di fase grup.

Mesir kini tergabung di Grup G bersama Belgia, Iran, dan Selandia Baru dengan mengandalkan perpaduan pemain senior berpengalaman serta talenta muda potensial.

Mohamed Salah yang kini berusia 33 tahun berpeluang memecahkan rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa timnas Mesir yang saat ini dipegang oleh pelatihnya, Hossam Hassan, dengan 69 gol.

Mantan penyerang Liverpool tersebut telah mengoleksi 65 gol dari 113 penampilan internasional dan hanya membutuhkan tambahan dua gol untuk melampaui rekor sang pelatih.

Ketajaman lini depan Mesir juga akan disokong oleh Omar Marmoush yang tampil impresif bersama Manchester City, Mahmoud Hassan Trezeguet, serta kreativitas Emam Ashour di sektor tengah.