Penyerang tim nasional Brasil, Endrick, mengungkap tantangan berat pada musim pertamanya di Real Madrid serta besarnya dukungan moral dari Jude Bellingham dan Trent Alexander-Arnold.

Pemain berusia 19 tahun tersebut sempat kesulitan menembus skuad utama asuhan Carlo Ancelotti karena ketatnya persaingan di lini depan Los Blancos.

>>> Brasil vs Mesir: Laga Persahabatan dengan Rotasi Besar Ancelotti

Mantan pemain Palmeiras ini menegaskan dirinya tidak pernah ragu menerima tawaran dari sang juara bertahan Liga Champions tersebut meski diminati klub raksasa Eropa lain.

"Ketika Real Madrid memanggil dan memberi tawaran, mustahil untuk menolak. Ini tim terbaik di dunia dan semua orang ingin bermain di sini.

Saat menerima tawaran di Palmeiras, saya tidak ragu sedetik pun," kata Endrick.

Kekaguman masa kecil pada Cristiano Ronaldo serta sejarah panjang pemain legendaris Brasil di Santiago Bernabeu menjadi alasan utama ia memantapkan pilihan.

"Idola masa kecil saya adalah Cristiano Ronaldo. Ketika dia bergabung dengan Madrid, itu membuat saya semakin bermimpi bermain di sana.

Banyak pemain Brasil sepanjang sejarah yang bermain untuk Real Madrid, dan itu selalu membuat saya bermimpi memakai seragam itu," ujar Endrick.

Namun, ketatnya persaingan internal melawan barisan pemain bintang dunia membuat tahun pertamanya di Spanyol berjalan tidak mudah.

"Tahun pertama sulit. Anda datang ke tim dengan pemain seperti Modric, Vinicius, dan Rodrygo.

Sangat sulit bermain ketika Anda memiliki mereka di sekitar, tetapi Anda juga belajar banyak.

Semua yang saya pelajari di sana, saya terapkan di Lyon, dan ketika kembali, saya akan menunjukkannya di sana," ungkap Endrick.

Di tengah situasi sulit tersebut, komunikasi intensif dengan Bellingham dan Alexander-Arnold menjadi penopang emosional yang krusial.