Psikolog: Bermain Sambil Belajar Dukung Tumbuh Kembang Anak
Aktivitas menyusun balok, bermain peran, dan mengeksplorasi lingkungan sekitar merupakan proses belajar yang penting bagi tumbuh kembang anak.
Kegiatan bermain bukan sekadar rekreasi, melainkan sarana mengembangkan kemampuan berpikir, pengelolaan emosi, dan keterampilan memecahkan masalah.
>>> Menteri ATR BPN Ajak Masyarakat Segera Sertipikatkan Tanah Wakaf
Psikolog klinis dan keluarga, Pritta Tyas, M. Psi.
, mengatakan bahwa di balik aktivitas bermain terdapat kerja keras seperti pemecahan masalah, negosiasi emosi, dan pembangunan arsitektur kognitif.
Banyak orang dewasa masih memisahkan bermain dan belajar, sehingga waktu bermain sering dianggap kurang bermanfaat dibanding belajar formal.
Padahal, bermain adalah cara alami bagi anak untuk menyerap informasi dan keterampilan baru secara spontan sesuai tahap perkembangan.
"Bermain dan belajar sebenarnya bisa berjalan beriringan dalam satu waktu," ujar Pritta.
Bermain membantu perkembangan fungsi eksekutif otak anak, seperti perencanaan, pengambilan keputusan, fokus, dan pengendalian diri.
Saat menyusun balok, anak merancang bentuk dan mencari solusi jika susunan tidak sesuai rencana.
Aktivitas ini mengajarkan konsep presisi dan hubungan sebab-akibat, serta pemecahan masalah tingkat tinggi melalui pengalaman memperbaiki kesalahan.
>>> Tencent Rekrut Mantan Peneliti OpenAI untuk Bangun AGI di China
Ruang Aman Mengelola Emosi
Bermain juga menjadi ruang aman bagi anak untuk mengenali dan menghadapi emosi seperti kecewa, kesal, atau frustrasi.
Pengalaman negatif tersebut menjadi kesempatan belajar mengelola emosi secara sehat, dengan pendampingan orang tua yang tepat.
Keterampilan ini penting sebagai bekal menghadapi tantangan di sekolah dan kehidupan sosial.
Peran Orang Tua Sebagai Pendamping
Kehadiran orang tua saat anak bermain berdampak besar bagi psikologis anak, namun bukan untuk mengatur jalannya permainan.
Orang tua disarankan menjadi pendamping yang memberikan dukungan sesuai kebutuhan anak, dengan sikap hangat dan tidak menghakimi.
"Sebagai orang tua, tugas kita bukanlah selalu menjadi instruktur. Terkadang anak hanya membutuhkan dukungan yang tepat agar rasa ingin tahunya tetap menyala," kata Pritta.
Bermain bersama juga mempererat hubungan emosional orang tua dan anak, membuat anak merasa diperhatikan dan dihargai.
>>> Ramalan Zodiak Cinta Capricorn hingga Sagitarius untuk Jaga Keharmonisan
Ketika orang dewasa hadir sebagai mitra eksplorasi, kedekatan emosional semakin terbangun dan anak yakin mampu berkembang sesuai potensinya.
Update Terbaru
Emil Audero Tepis Penalti, Timnas Indonesia Hajar Oman 3-0
Sabtu / 06-06-2026, 16:32 WIB
10 Hari Jelang Piala Dunia, Timnas Iran Akhirnya Dapat Visa AS
Sabtu / 06-06-2026, 16:32 WIB
Alexander Zverev Melaju ke Final French Open 2026 Usai Tekuk Jakub Mensik
Sabtu / 06-06-2026, 16:27 WIB
Kebijakan Ekspor Satu Pintu Berpotensi Pengaruhi Premi Tokio Marine
Sabtu / 06-06-2026, 16:22 WIB
Sound Euphonium Final Movie Part 2 Rilis Trailer Utama dan Visual Kunci
Sabtu / 06-06-2026, 16:20 WIB
Bawa Tas Ransel Terlalu Berat Picu Risiko Saraf Kejepit di Leher
Sabtu / 06-06-2026, 16:20 WIB
Menkeu Purbaya Siap Denda Pengusaha Penimbun Kontainer di Tanjung Priok
Sabtu / 06-06-2026, 16:17 WIB
Prasetyo Hadi Tanggapi Usulan Pelibatan Sipil dalam RUU Polri
Sabtu / 06-06-2026, 16:17 WIB
NASA Perintahkan Lima Astronaut Berlindung Akibat Kebocoran Modul ISS
Sabtu / 06-06-2026, 16:16 WIB
Mathew Baker Catat Debut Bersejarah di Timnas Indonesia Senior
Sabtu / 06-06-2026, 16:16 WIB
Mengenal Bentuk Darah Keguguran Usia 2 Bulan dan Gejalanya
Sabtu / 06-06-2026, 16:16 WIB
BSI Sediakan KUR Mei 2026 untuk Modal Usaha Mikro dan Kecil
Sabtu / 06-06-2026, 16:12 WIB
GrabFood Gelar Festival Burger Sedunia di Chillax Sudirman Jakarta
Sabtu / 06-06-2026, 16:08 WIB
Motul Borong Dua Penghargaan Brand Choice Award 2026
Sabtu / 06-06-2026, 16:08 WIB






