Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi keputusan Bank Indonesia yang menaikkan remunerasi atau bunga atas penempatan dana pemerintah di bank sentral.

Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan di Gedung DPR pada Sabtu (6/6/2026).

>>> Menkeu Purbaya Promosi Panda Bond ke China pada 16 Juni 2026

Menurut Purbaya, kenaikan bunga simpanan dari BI akan memberikan tambahan dana bagi pemerintah.

Tambahan tersebut dapat digunakan untuk menutupi potensi kenaikan pembayaran bunga utang negara.

"Yang pertama itu ada insentif katanya, berarti saya nambah duit. Jadi seandainya ada kenaikan interest [payment], ada yang meng-cover," jelas Purbaya kepada awak media.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga menyoroti gangguan stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang dipicu sentimen negatif.

Purbaya menegaskan bahwa persepsi buruk terhadap ekonomi Indonesia muncul meskipun data fundamental menunjukkan situasi yang baik.

>>> Kemensos Salurkan Bansos PKH dan BPNT Tahap Akhir Triwulan II

"Jadi kendala utama adalah persepsi negatif terhadap ekonomi kita, yang tidak terlalu benar," ujarnya setelah konferensi pers.

Ia memastikan realisasi kinerja APBN saat ini dalam kondisi aman dan aktivitas ekonomi nasional terus bergerak maju.

Pemerintah menyayangkan anggapan keliru di masyarakat yang menyebut ekonomi nasional akan hancur.

Dampak opini negatif itu akan diatasi melalui langkah mitigasi bersama dengan otoritas moneter.

>>> Dampak Buruk Sering Gunakan Fast Charging pada Mobil Listrik

"Ketika persepsi dibilang kita mau hancur segala macam, sebagian orang terpengaruh. Itu yang akan kita hilangkan dengan kerja sama yang lebih erat dengan bank sentral," kata Purbaya.