Baterai merupakan komponen paling krusial sekaligus termahal pada kendaraan listrik.

Meski tidak memerlukan perawatan rumit seperti mesin bensin, baterai motor listrik tetap bisa mengalami penurunan performa drastis jika tidak dirawat dengan benar.

>>> Harga Mobil Listrik BYD M6 Bekas Masih di Atas Rp300 Jutaan

Banyak pemilik kendaraan mengira kerusakan baterai murni karena faktor usia pakai. Padahal, terdapat beberapa kebiasaan harian yang keliru serta faktor teknis yang menjadi pemicu utama.

Hernest, Owner Bogor Battery Electric Motion (BEMo), bengkel spesialis baterai kendaraan listrik di Semplak, Bogor, membeberkan penyebab utama baterai motor listrik bisa rusak atau drop.

Kebiasaan Mengecas yang Salah

Kebiasaan paling umum yang merusak baterai adalah langsung mencolokkan charger sesampainya di rumah setelah perjalanan.

Saat motor baru selesai digunakan, komponen di dalam baterai masih panas akibat proses pengeluaran daya.

"Ketika motor kita sampai rumah, biarkan dia turun dulu suhunya karena perangkat elektronik masih panas habis discharge. Tiba-tiba dihantam lagi (dicas).

Pengaruhnya tidak membuat meledak, tapi dampaknya langsung memperpendek umur pemakaian baterai," ujar Hernest.

Membiarkan daya baterai terkuras hingga 0 persen juga sangat tidak disarankan. Kebiasaan membiarkan daya di bawah 30 persen akan merusak keseimbangan tegangan antar-sel baterai.

Jika sel baterai sudah tidak seimbang, sel yang masih kuat akan dipaksa bekerja lebih keras untuk menyubsidi sel yang lemah.

Efek domino ini membuat seluruh rangkaian sel baterai ikut melemah dan drop.

>>> Baterai Palsu Mobil Hybrid Bikin Konsumsi BBM Boros

Pengaruh Sistem Pengaman dan Modifikasi

Penyebab baterai cepat rusak juga dipengaruhi jenis baterai.

Motor listrik modern dengan baterai Lithium umumnya lebih awet karena dilengkapi Battery Management System (BMS) untuk mencegah overcharge.