Sebaliknya, motor listrik konvensional dengan baterai SLA (Sealed Lead Acid) tidak memiliki BMS.

Jika pemilik kerap membiarkan pengisian daya tercolok seharian saat sudah penuh, baterai akan terus disuapi arus listrik hingga sel kembung dan rusak.

Bagi pemilik yang gemar modifikasi performa dengan upgrade kapasitas baterai dan controller besar, risiko kerusakan hingga potensi terbakar meningkat jika tidak didukung komponen penyerta yang tepat.

"Baterai upgrade, controller upgrade, tapi kabel fasenya tidak didukung dengan yang kuat. Arus yang keluar sudah gede, tapi kabelnya masih kecil bawaan pabrik standar 300 watt.

Itu bisa menyebabkan panas, kabel meleleh, dan merusak sistem kelistrikan," jelas Hernest.

Penyambungan sel baterai kustom secara asal menggunakan solder timah biasa juga rawan lepas dan merusak koneksi arus di dalam boks baterai.

>>> SiTepat Digital Motoshop Buka Outlet ke-31 di Cakung Jakarta Timur

"Menggunakan kendaraan EV itu sebenarnya sangat menyenangkan, tapi harus dirawat dengan benar dan tahu cara kerjanya agar baterai bisa bertahan jauh lebih lama," kata Hernest.