Seorang jemaah haji asal Kelurahan Singotrunan, Kecamatan Banyuwangi, Jawa Timur, meninggal dunia di Arab Saudi pada Jumat, 5 Juni 2026 pukul 04.45 WAS.

Almarhum bernama Soejadi bin Mertokadiyo, berusia 85 tahun, dan tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 84.

>>> Tren Aliran Dana Asing di Pasar Modal dan Pasar Uang RI

Penyebab kematian adalah infeksi paru pneumonia yang disertai Acute Coronary Syndrome (ACS) yang memicu serangan jantung akut.

Kronologi Kejadian

Sebelum wafat, almarhum sempat mengeluhkan batuk dan pilek tanpa sesak atau nyeri dada setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Pada pagi hari setelah sholat subuh berjamaah, ia bergegas ke kamar untuk minum. Tiba-tiba ia terjatuh dan kehilangan kesadaran.

Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) yang tiba di lokasi mendapati nadi tidak teraba, tekanan darah tidak terukur, dan pupil midriasis.

>>> Pemerintah Godok Skema Bagi Hasil Migas untuk Tambang

Resusitasi Jantung Paru (RJP) dua siklus dilakukan namun tidak membuahkan hasil.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, mengonfirmasi kronologi tersebut.

Data Jemaah Haji Banyuwangi

Total jemaah haji asal Kabupaten Banyuwangi yang berangkat tahun ini sebanyak 1.317 orang. Dengan meninggalnya Soejadi, kini tercatat tiga jemaah yang wafat.

Dinas Kesehatan Banyuwangi mencatat 401 jemaah (30,4 persen) masuk kategori risiko tinggi dan masih dalam pengawasan medis ketat TKHI.

>>> Jalan Kaki Efektif Kurangi Lemak Viseral Berbahaya

Pemantauan terhadap jemaah lansia dan kelompok risiko tinggi terus diintensifkan melalui koordinasi antara Dinas Kesehatan, petugas kloter, dan TKHI.