Lemak viseral yang tersembunyi di rongga perut dan mengelilingi organ vital seperti hati, pankreas, dan usus dapat memicu penyakit jantung, diabetes tipe 2, serta peradangan kronis.

Ahli gizi olahraga Leslie Bonci menjelaskan bahwa kelebihan lemak viseral meningkatkan risiko kardiovaskular dan diabetes, memperburuk gangguan asam lambung, serta memperkuat peradangan.

>>> Arab Saudi Prioritaskan Distribusi Daging Dam Jemaah Indonesia ke Palestina

Kabar baiknya, mengurangi lemak viseral tidak memerlukan latihan berat di pusat kebugaran. Aktivitas sederhana seperti jalan kaki secara konsisten dinilai sangat efektif.

Jalan kaki bekerja optimal karena karakteristiknya yang berintensitas rendah. Saat bergerak ringan, tubuh secara alami menggunakan lemak sebagai bahan bakar utama.

"Saat berolahraga dengan intensitas rendah seperti berjalan kaki, tubuh akan menggunakan lemak viseral sebagai sumber energi lebih awal," ujar Leslie.

Berbeda dengan olahraga berat yang cenderung menguras glukosa atau glikogen, jalan kaki menjadi opsi aerobik ideal bagi pemula.

Ahli gizi olahraga Marie Spano menambahkan bahwa aktivitas ini lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang dibanding latihan kardio lainnya.

"Saya sering merekomendasikan jalan kaki sebagai bentuk utama olahraga aerobik bagi mereka yang lebih menikmatinya dibanding duduk di sepeda statis atau mesin elliptical," ungkap Marie.

Konsistensi lebih penting daripada intensitas olahraga. Jalan kaki unggul dalam hal konsistensi karena ramah persendian dan tidak memerlukan perlengkapan mahal.

>>> BI dan Kemenkeu Sepakati Dua Strategi Perkuat Rupiah

Ahli gizi olahraga Umo Callins menjelaskan bahwa kegiatan ini praktis tanpa biaya ekstra atau standar kebugaran tertentu.

Sebuah tinjauan ilmiah menunjukkan hasil optimal dalam mereduksi lemak viseral melalui aktivitas intensitas sedang hingga tinggi selama 50 menit, empat kali seminggu.