Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama akhirnya angkat bicara terkait namanya yang disebut dalam kasus dugaan suap importasi Blueray Cargo.

Djaka meminta publik untuk memantau langsung jalannya persidangan yang sedang berlangsung di pengadilan.

>>> Aksi Jual Saham Teknologi Picu Ambruknya Indeks Wall Street

"Terkait dengan permasalahan importasi di Bea Cukai, kita sama-sama ikuti perkembangan persidangan saja," ujarnya di Kantor Pusat Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (5/6/2026).

Pernyataan itu muncul setelah jaksa penuntut umum KPK mengungkap adanya pertemuan antara Djaka dan pemilik Blueray Cargo, John Field, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat.

Kejaksaan juga menyebutkan adanya kode amplop nomor 1 yang diduga dialokasikan untuk Dirjen Bea Cukai melalui mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea Cukai, Rizal.

Sorotan Presiden dan Ancaman Sanksi

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyoroti kinerja Bea Cukai dan meminta evaluasi kepemimpinan jika penegakan aturan tidak optimal.

>>> Bayern Munich Incar Rio Ngumoha, Liverpool Tegaskan Tidak Jual

Dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19 pada Rabu (20/5/2026), Presiden Prabowo menegaskan, "Sekali ingatkan kembali, untuk kesekian kali, bea cukai kita harus diperbaiki.

Menteri Keuangan, kalau pimpinan bea cukai tidak mampu, segera diganti."

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan siap menonaktifkan Djaka jika dugaan suap terbukti secara hukum.

>>> Kiernan Dewsbury-Hall Bantah Miliki Darah Keturunan Malaysia

"Harusnya iya, kalau terbukti (menerima suap) iya," ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (21/5/2026).