Bupati Jember Muhammad Fawait, yang akrab disapa Gus Fawait, menegaskan bahwa Bandara Jember tidak boleh dinilai hanya dari ukuran atau kemegahan bangunannya.

Menurutnya, fungsi utama bandara adalah membuka konektivitas dan mempercepat mobilitas masyarakat, bukan sekadar menghadirkan gedung megah tanpa aktivitas penerbangan.

>>> AAJI: Premi Bisnis Baru Asuransi Jiwa Tumbuh 1,5% pada Kuartal I-2026

"Bandara Jember mungkin seperti Balai Desa tetapi di dalamnya ada Cigar Lounge dan penerbangannya. Insyaallah semakin lama akan semakin banyak," ujarnya.

Baru-baru ini, Jember membuka rute baru ke Surabaya menggunakan pesawat Wings Air. Langkah ini dinilai strategis setelah sebelumnya Jember terhubung dengan Jakarta dan Bali.

Gus Fawait menilai keberhasilan sebuah bandara terletak pada jumlah penerbangan dan manfaat yang dirasakan masyarakat, bukan pada luas terminal atau kemegahan bangunan.

"Mudah-mudahan ke depan bukan cuma penerbangannya saja, bandaranya juga bisa lebih baik. Tapi fungsi utama adalah penerbangan.

>>> FIFA Larang Penonton Bawa Botol Air ke Stadion Piala Dunia 2026

Bandara besar tanpa pesawat juga sayang," katanya.

Ia menegaskan bahwa penerbangan baru ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Jember, DPR, dan Lion Group yang berkomitmen mendorong kemajuan daerah.

Dengan waktu tempuh yang lebih singkat ke kota-kota besar, peluang investasi, perdagangan, pariwisata, dan perjalanan bisnis masyarakat semakin terbuka.

Selain sebagai pintu transportasi udara, Bandara Jember diharapkan menjadi etalase produk unggulan daerah, seperti cerutu Jember yang sudah dikenal di pasar ekspor.

>>> Sarwendah Klarifikasi dan Minta Maaf Usai Video Ucapan Kasar Viral

"Nanti yang turun di Jember atau berangkat dari Bandara Jember akan selalu diingatkan bahwa Jember penghasil tembakau dan produk ekspor sigar atau cerutu," ujarnya.