Media sosial dihebohkan dengan beredarnya potongan video yang menampilkan ucapan kasar dari Sarwendah. Dalam rekaman itu, ia menyebut tidak membutuhkan uang dari seorang pria dengan kata-kata tidak pantas.

Netizen berspekulasi bahwa pernyataan tersebut ditujukan kepada mantan suaminya, Ruben Onsu. Narasi itu muncul seiring kabar hubungan keduanya yang disebut memanas.

>>> Timnas Indonesia Hajar Oman 3-0 di Garuda Championship Series

Menanggapi gelombang asumsi, Sarwendah memberikan klarifikasi dan permohonan maaf melalui Instagram pribadinya. Ia mengakui kata-katanya dalam video telah membuat kegaduhan.

"Saya sebagai manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan dan dosa, menyadari potongan video yang beredar tersebut sudah membuat kegaduhan di media sosial," tulisnya.

Ia menambahkan, "Saya menyadari bahwa kata-kata saya tersebut tidak menunjukkan kebaikan atau pun kerendahan hati.

Hal-hal yang seharusnya cukup diselesaikan di ruang yang lebih tenang, ini turut menyita perhatian dan energi dari banyak pihak."

Ibu tiga anak ini juga menyampaikan kecemasan terhadap dampak psikologis keluarga. Ia berharap anak-anak dan lingkaran keluarganya tidak dikaitkan dengan kegaduhan tersebut.

"Saya meminta maaf yang terdalam kepada anak-anak saya.

>>> Kementerian PU Siapkan Rp1,24 Triliun untuk Atasi Darurat Sampah

Apa pun yang terjadi di antara kehidupan orang dewasa, mereka tidak seharusnya terbawa dalam pemberitaan yang beredar," ucapnya.

Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, menegaskan bahwa video tersebut tidak ditujukan kepada Ruben Onsu.

"Saya jamin bahwa itu tidak ditujukan kepada RO karena di dalam video itu tidak ada menyebutkan nama sama sekali," katanya.

Chris menjelaskan konteks pembicaraan dalam video bersifat general. "Mungkin klien saya bercerita soal film, novel, atau kehidupan orang lain.

Masih banyak hal yang perlu diklarifikasi," jelasnya.

>>> Bupati Jember Resmikan Rute Penerbangan Baru ke Surabaya

Tim hukum menyayangkan adanya pihak yang sengaja memutarbalikkan fakta. Framing negatif yang menyudutkan Sarwendah sebagai seorang ibu dinilai telah mengganggu ketenangannya.