Mohsen Rezaei turut memperingatkan Israel agar menyudahi ancaman serangan terhadap ibu kota Lebanon, Beirut.

Ia menilai Lebanon bakal menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap bentuk perjanjian maupun gencatan senjata di Timur Tengah.

Sementara itu, Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri yang merupakan sekutu Hizbullah menyebut kelompok tersebut siap mundur dari Lebanon selatan jika Israel juga keluar dari wilayah pendudukan.

>>> BUMI Salurkan Pinjaman Rp1,5 Triliun ke Arutmin untuk Hilirisasi

Dari Washington, Presiden AS Donald Trump menyatakan tetap melihat adanya perkembangan positif dalam upaya resolusi konflik di Lebanon dan berharap perdamaian segera terwujud.

Meski kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi AS sempat bergulir, eskalasi bersenjata masih meluas ke wilayah Gaza, Israel utara, hingga Kuwait.

Ketegangan antara Washington dan Teheran juga merembet ke jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.

Angkatan Laut Iran mengaku telah melepaskan tembakan peringatan ke arah kapal perusak milik AS di Teluk Oman karena dianggap mengganggu aktivitas pelayaran.

AS sebelumnya menegaskan bakal terus menghadang kapal-kapal yang ditengarai menyalurkan dukungan material bagi Iran.

Konflik yang terus berlarut ini mengacaukan jalur dagang Selat Hormuz, yang mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia.

Tersendatnya jalur ini memicu lonjakan harga energi global serta memperparah stabilitas rantai pasok komoditas penting.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa pembengkakan biaya energi dan logistik akibat konflik berisiko menyeret jutaan orang ke jurang kelaparan.

Hingga kini, AS dan Iran masih menempuh jalur negosiasi tidak langsung demi mencapai kesepakatan temporer untuk menyudahi pertempuran.

Kendati demikian, dialog lanjutan masih harus melewati pembahasan isu-isu krusial, termasuk program nuklir Iran.

Teheran mendesak pencairan pendapatan minyak yang dibekukan sanksi, pelonggaran ekspor minyak mentah, pembukaan blokade pelabuhan, serta perluasan kendali di Selat Hormuz.

Sebaliknya, pemerintahan Donald Trump memprioritaskan penutupan akses bagi Iran untuk memiliki senjata nuklir, walaupun Iran selalu berdalih program nuklirnya demi tujuan damai.

Wakil Ketua Parlemen Iran Hamid-Reza Haji Babaei menegaskan bahwa aktivitas pengayaan uranium merupakan hak mutlak negaranya.

>>> 5 Ilustrasi Gambar Tata Surya untuk Diwarnai Anak SD

Ia bahkan melabeli Selat Hormuz sebagai senjata atom paling kuat yang dipegang Iran untuk menangkal segala tekanan dari negara-negara Barat.