PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memberikan pinjaman sebesar Rp1,5 triliun kepada anak usahanya, PT Arutmin Indonesia. Dana tersebut dialokasikan untuk mendukung proyek hilirisasi batu bara.

Pinjaman ini merupakan bagian dari strategi ekspansi jangka panjang grup emiten tambang tersebut. Langkah ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong hilirisasi sumber daya alam.

>>> 5 Ilustrasi Gambar Tata Surya untuk Diwarnai Anak SD

Dana tersebut akan digunakan untuk program gasifikasi batu bara yang dikerjakan oleh anak usaha. Proyek ini mengonversi batu bara berkalori rendah menjadi metanol, bahan kimia dasar.

Proyek Gasifikasi Batu Bara

Proyek gasifikasi berada di bawah PT Bumi Etam Chemical (BEC). Kapasitas produksi ditargetkan mencapai 2 juta ton metanol per tahun.

Kebutuhan operasional proyek diperkirakan menyerap 7,7 juta ton batu bara berkalori rendah. Groundbreaking direncanakan pada 2026, dengan target produksi komersial pada 2029.

>>> Nova Arianto Puji Performa Theo Leeming di Timnas Indonesia U-19

Total investasi yang dibutuhkan untuk proyek ini mencapai US$2,5 miliar atau sekitar Rp43 triliun. Dukungan pendanaan dari induk usaha menjadi krusial untuk merealisasikan proyek tersebut.

Pandangan Analis

Analis Ciptadana Sekuritas, Ryan Santoso, menilai pinjaman ini merupakan transaksi afiliasi yang memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dalam jangka panjang.

Menurutnya, tujuan penggunaan dana jelas untuk mendukung keberlanjutan aset tambang dan mempersiapkan hilirisasi.

>>> Telkom Perkuat Fondasi Digital Nasional Lewat Forum Kedaulatan Digital

Skema pinjaman internal dinilai lebih fleksibel dan efisien dibandingkan pendanaan eksternal. Keputusan ini menandai transformasi BUMI dari produsen batu bara konvensional menuju kelompok usaha berbasis industrial mining.