Penambang Bauksit Rugi US$10 per Ton Akibat Harga Jual di Bawah HPM
Asosiasi Bauksit Indonesia (ABI) melaporkan bahwa penambang bauksit mengalami kerugian hampir US$10 per ton akibat harga jual ke refinery yang berada di bawah Harga Patokan Mineral (HPM).
Ketua Umum ABI, Ronald Sulistyanto, menyatakan selisih harga tersebut sangat memberatkan penambang. "Di bawah.
>>> Adidas Siapkan Ratusan Jersey Messi Tiap Laga Timnas Argentina
Selisihnya hampir 10 dolar AS. Terlalu berat.
Pemerintah harus memperbaiki alurnya," ujarnya kepada Warta Ekonomi, Senin (20/7/2026).
Ketidakseimbangan Pasokan dan Permintaan
Ronald menjelaskan bahwa jumlah refinery bauksit yang beroperasi saat ini hanya empat unit, sementara kebutuhan bahan baku diperkirakan 15-20 juta ton per tahun.
Di sisi lain, Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) bauksit yang diterbitkan pemerintah mencapai lebih dari 30 juta ton.
Ketidakseimbangan ini membuat posisi tawar penambang lemah, sehingga sebagian produksi tidak terserap.
"Kalau mau jual silakan, kalau tidak juga tidak apa-apa. Nah, itu tidak boleh seperti itu," kata Ronald.
Ia menegaskan bahwa pemerintah perlu memastikan mekanisme transaksi sesuai aturan karena HPM telah ditetapkan sebagai acuan harga mineral.
"Permintaan penambang di hulu hanya satu, yaitu agar HPM ditaati oleh para pemilik refinery," lanjutnya.
Royalti Tetap Berdasarkan HPM
Ronald menilai persoalan semakin berat karena kewajiban royalti kepada negara tetap dihitung berdasarkan HPM, meskipun harga jual yang diterima penambang lebih rendah.
>>> Pendaratan Kabel Nongsa-Changi Resmi, Konektivitas RI-Singapura Makin Kuat
"Pemerintah harus turun tangan. Kalau bisa sistemnya dikunci sehingga transaksi yang tidak sesuai HPM tidak bisa berjalan," tandasnya.
Ia menambahkan bahwa HPM dibuat dengan mempertimbangkan keberlangsungan seluruh rantai industri, baik hulu maupun hilir.
"Harga itu dibuat pemerintah dengan mempertimbangkan semua aspek. Hulu hidup, hilir juga hidup.
Update Terbaru
TOP 35 Acara TV dengan Rating Terpopuler Hari ini 22 Juli 2026 ada Asmara Gen Z Diposisi 7
Selasa / 21-07-2026, 17:00 WIB
Materi PAI Kelas 5 SD Kurikulum Merdeka Semester 1 dan 2 Lengkap
Selasa / 21-07-2026, 16:39 WIB
Pemerintah Percepat Pembangunan 5.000 Jembatan Desa Hingga Akhir 2026
Selasa / 21-07-2026, 16:38 WIB
Istana Harap Menteri PU Perbaiki Cara Komunikasi
Selasa / 21-07-2026, 16:38 WIB
Quartararo Resmi Pindah ke Honda di MotoGP 2027
Selasa / 21-07-2026, 16:38 WIB
IHSG Ditutup Menguat 1,74 Persen ke Level 6.340
Selasa / 21-07-2026, 16:36 WIB
4 HP RAM 8 GB Harga Rp1 Jutaan, Performa Lancar untuk Multitasking
Selasa / 21-07-2026, 16:36 WIB
FIFA Selidiki Pemain Argentina Usai Kericuhan Final Piala Dunia 2026
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
LSF: Baru 46 Persen Anak Indonesia Tonton Film Sesuai Usia
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
KRAFTON India Rilis Roadmap Esports BGMI Paruh Kedua 2026
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
Panduan Usia dan Cara Memilih Sabun Cuci Muka Acnes yang Tepat
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
Stop Facial Bulanan, Dokter Rekomendasikan 4 Serum untuk Kecilkan Pori-pori
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
Panduan Benar: Apakah Setelah Pakai Viva Milk Cleanser Perlu Cuci Muka?
Selasa / 21-07-2026, 16:35 WIB
Video Baru Mungkin Jadi Rekam Terakhir Nolan Wells Sebelum Hilang
Selasa / 21-07-2026, 16:19 WIB







