PT Bank CIMB Niaga Tbk menyatakan pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi belakangan ini belum memengaruhi pertumbuhan dana simpanan secara signifikan.

Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan struktur pendanaan perusahaan masih stabil. Mayoritas dana simpanan nasabah masih didominasi mata uang rupiah.

>>> OJK Dorong Perusahaan IPO untuk Gairahkan Pasar Modal

Data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) per April 2026 menunjukkan total simpanan rupiah di perbankan turun 2,0% dibandingkan Maret 2026.

Sejak Desember 2025, simpanan rupiah menyusut 1,5%.

Sementara itu, simpanan dalam valuta asing (valas) justru meningkat 1,9% secara bulanan pada April 2026. Dibandingkan Desember 2025, simpanan valas melonjak 10,2%.

Pertumbuhan CASA dan Likuiditas

Lani Darmawan menjelaskan bahwa porsi dana murah atau Current Account Savings Account (CASA) perusahaan per April 2026 masih dikuasai rupiah.

>>> OJK Longgarkan Aturan Kredit Perbankan untuk Dukung Kebijakan Devisa Ekspor

CASA tumbuh 14% secara tahunan, dengan produk tabungan tumbuh 9%.

Manajemen belum melihat lonjakan berarti pada pertumbuhan tabungan valas di internal. Ketersediaan dana rupiah di instrumen simpanan dinilai sangat mencukupi.

Likuiditas perusahaan dinilai memadai untuk memenuhi kebutuhan penyaluran kredit ke depan. Penguatan dana murah diharapkan menopang kinerja pembiayaan hingga akhir tahun.

Namun, Lani mengakui permintaan kredit dari masyarakat dan sektor usaha sedang melandai. Akibatnya, dampak penurunan nilai tukar rupiah belum mendalam terhadap operasional bank.

>>> Prabowo Terbitkan Perpres Percepatan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

CIMB Niaga berkomitmen terus mendorong enhancement dan pertumbuhan CASA sampai akhir 2026 untuk mengantisipasi situasi pasar.