Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara aktif mendorong perusahaan dari berbagai sektor dan skala usaha untuk memanfaatkan pasar modal melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Langkah ini diambil sebagai strategi regulator untuk menggairahkan kembali lantai bursa di tengah kondisi pasar modal yang sedang lesu.

>>> OJK Longgarkan Aturan Kredit Perbankan untuk Dukung Kebijakan Devisa Ekspor

Upaya memacu minat emiten baru dilakukan melalui program sosialisasi, coaching clinic, serta forum diskusi rutin yang menyasar pelaku usaha di berbagai daerah.

Program pendampingan ini menyasar perusahaan besar hingga menengah yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi agar siap memenuhi aspek tata kelola dan regulasi pasar modal.

Kolaborasi dengan BEI

Dalam pelaksanaan program di daerah, OJK berkolaborasi dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk memberikan asistensi intensif mengenai mekanisme pencatatan saham.

Skema coaching clinic ini dirancang untuk mengurai sumbatan atau kendala teknis yang dihadapi calon emiten selama proses persiapan administrasi.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengatakan program coaching clinic bertujuan membantu perusahaan yang mengalami hambatan dalam melakukan IPO.

>>> Prabowo Terbitkan Perpres Percepatan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Selain pendampingan teknis, OJK kini mengkaji kebijakan penyederhanaan dokumen penawaran umum untuk mempercepat proses penawaran saham ke publik.

Kebijakan ini diharapkan mampu memangkas waktu pengajuan tanpa menurunkan standar kualitas emiten.

Saat ini animo korporasi untuk melantai di bursa dinilai masih terjaga dengan adanya belasan perusahaan yang mengantre di daftar tunggu pencatatan saham.

OJK mencatat sedikitnya ada 15 perusahaan dalam pipeline yang siap mengeksekusi aksi korporasi tersebut pada tahun ini.

>>> Marc Marquez Kuasai FP1 MotoGP Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park

Hasan Fawzi berharap dengan berbagai upaya yang dilakukan OJK dan BEI, serta perbaikan fundamental ekonomi, minat perusahaan untuk melakukan IPO akan meningkat dan kembali bertumbuh.