OJK Longgarkan Aturan Kredit Perbankan untuk Dukung Kebijakan Devisa Ekspor
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerapkan sejumlah langkah strategis guna memperkuat implementasi kebijakan baru terkait Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) pada Jumat (5/6/2026).
Langkah ini diambil untuk memastikan efektivitas aturan baru pemerintah sekaligus memberikan dampak positif bagi industri perbankan domestik.
>>> Prabowo Terbitkan Perpres Percepatan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Kebijakan penempatan devisa di dalam negeri tersebut diatur melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2026.
Regulasi ini diterbitkan oleh pemerintah dengan tujuan utama memperkuat likuiditas valuta asing nasional melalui pengelolaan DHE SDA.
Insentif Regulasi bagi Perbankan
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, telah meminta dukungan penuh dari industri perbankan untuk menjalankan ketentuan tersebut melalui pengiriman surat resmi.
OJK juga memperketat pengawasan terhadap rekening penampungan atau escrow account yang digunakan dalam pelaksanaan kebijakan.
"OJK juga telah menyampaikan surat kepada industri perbankan untuk mendukung implementasi PP DHE SDA tersebut," ujar Friderica.
Untuk mendorong pemanfaatan dana, OJK memberikan insentif berupa pelonggaran regulasi yang memperbolehkan dana DHE SDA dijadikan sebagai agunan tunai perbankan.
>>> Marc Marquez Kuasai FP1 MotoGP Hungaria 2026 di Sirkuit Balaton Park
Kebijakan agunan tunai ini berlaku bagi bank umum, bank umum syariah (BUS), maupun unit usaha syariah (UUS) selama memenuhi persyaratan kualitas aset.
Ruang penyaluran kredit perbankan kepada eksportir kini menjadi lebih besar tanpa meningkatkan risiko industri jasa keuangan.
Pelonggaran aturan lain yang diberikan oleh OJK adalah pengecualian terhadap perhitungan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK).
Pengecualian BMPK ini khusus dialokasikan untuk penyediaan dana yang dijamin dengan agunan tunai berupa dana DHE SDA.
"Kebijakan ini memberikan ruang bagi perbankan untuk mendukung kebutuhan pembiayaan dunia usaha tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian," ujar Friderica.
Langkah penyesuaian batas kredit tersebut dinilai mampu meningkatkan kapasitas pembiayaan perbankan bagi dunia usaha.
>>> Medela Potentia Luncurkan Armada Mobil Listrik Perdana untuk Dekarbonisasi
Melalui kemudahan akses pembiayaan ini, pelaku usaha dapat lebih fleksibel dalam mendukung kegiatan operasional maupun ekspansi bisnis mereka.
Update Terbaru
Game Boy Pocket Berusia 30 Tahun, Warisannya Masih Terasa di Genggaman Modern
Rabu / 22-07-2026, 03:28 WIB
Ratusan Pemain Old School RuneScape Jadi Biksu dan Picu Perang Suci
Rabu / 22-07-2026, 03:28 WIB
Mushoku Tensei III Episode 1-4: Kisah Eris dan Kebahagiaan Rudeus
Rabu / 22-07-2026, 03:28 WIB
Manga Heisei Haizan-hei ☆ Sumire-chan Hiatus karena Cuti Melahirkan
Rabu / 22-07-2026, 03:24 WIB
Wamen Irene Dorong Tenun Sumba Barat Daya Naik Kelas Lewat Storytelling
Rabu / 22-07-2026, 03:24 WIB
PTPN I Fokus pada Lima Pilar untuk Transformasi Agroindustri
Rabu / 22-07-2026, 03:24 WIB
Google Perkenalkan Koleksi untuk Atasi Notebook Gemini yang Berantakan
Rabu / 22-07-2026, 03:22 WIB
Moto G Play (2024) Kini Hanya $100, Ponsel Budget Terbaik
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Nashville Gelar Konferensi Keamanan Kota untuk Pemimpin Penegak Hukum
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Indonesia Terbitkan Panda Bonds Senilai 1 Miliar Dolar AS
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Mertua Joseph Duggar Akan Diperiksa dalam Kasus Pelecehan Anak
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Melania Trump Minta Sanksi untuk Jurnalis Michael Wolff
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Carole Radziwill Bantah Terlibat Kasus Epstein di RHONY
Rabu / 22-07-2026, 03:21 WIB
Putra Claude Lemieux Ungkap Legenda NHL Kambuh Kecanduan Seks
Rabu / 22-07-2026, 03:19 WIB







