Prabowo Ganti Kepala BGN Usai Mantan Pejabat Jadi Tersangka Korupsi
Presiden Prabowo Subianto resmi mengganti jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) setelah mantan pejabat lembaga itu ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung.
Nanik S Deyang ditunjuk sebagai Kepala BGN yang baru, menggantikan Dadan Hindayana. Posisi wakil kepala kini diisi oleh Agustina Arumsari dan Mayor Jenderal TNI Trenggono.
>>> Prabowo Terbitkan PP Tata Kelola Ekspor SDA Strategis, BUMN Jadi Pelaksana Utama
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan penunjukan Nanik didasari pemahamannya yang mendalam terhadap program Makan Bergizi Gratis karena sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN.
"Sehingga diyakini beliau (Nanik) sudah cukup waktu untuk memahami seluruh proses atau kegiatan yang berjalan di BGN," kata Prasetyo dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Kamis (5/6/2026).
Prasetyo menambahkan bahwa Nanik dikenal tegas dalam menjalankan prosedur operasi standar, baik dalam menjaga kualitas makanan maupun manajemen operasional lembaga.
Pemberhentian Dadan Hindayana bersama dua wakilnya dilakukan setelah Kejaksaan Agung menetapkan mereka sebagai tersangka pada Rabu (3/6/2026).
Ketiganya diduga melanggar Pasal 603 dan 604 Juncto Pasal 30 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP atas dugaan penggelembungan anggaran pengadaan motor listrik, sepatu, tablet, hingga televisi.
>>> Penjualan Kendaraan Naik 12,5%, Dorong Pertumbuhan Asuransi Otomotif
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung Syarief Sulaeman Nahdi menjabarkan bahwa dugaan korupsi tersebut mencakup pengadaan puluhan ribu unit barang yang tidak sesuai dengan kebutuhan riil akibat intervensi terhadap Pejabat Pembuat Komitmen.
"Pengadaan motor listrik sebanyak 21.801 unit dengan total pengadaan sebesar sekitar Rp 1 triliun," kata Syarief di Kejaksaan Agung, Rabu (3/6/2026).
Kasus ini juga melibatkan penggelembungan dana pada pengadaan 32 ribu pasang sepatu serta lebih dari 31 ribu unit komputer tablet.
Selain itu, Kejaksaan Agung menemukan penyimpangan anggaran dalam penyediaan fasilitas elektronik televisi di lingkungan lembaga tersebut.
"Pengadaan televisi Rp 75 miliar sebanyak 5.400 unit yang tidak sesuai ketentuan dengan adanya mark up harga," kata Syarief.
>>> Kementerian ESDM Genjot Produksi Migas untuk Redam Dampak Pelemahan Rupiah
Proses pelantikan bagi Nanik S Deyang beserta dua Wakil Kepala BGN yang baru dijadwalkan berlangsung pada pekan depan.
Update Terbaru
CEO Jagex Targetkan RuneScape Jadi MMO Nomor Satu, Geser World of Warcraft
Rabu / 22-07-2026, 05:35 WIB
Desainer Quest Cyberpunk 2077: Villa Eurodyne Masih Simpan Banyak Rahasia
Rabu / 22-07-2026, 05:35 WIB
Panduan Manga Musim Panas 2026: Rilis Baru dan Review Volume Pertama
Rabu / 22-07-2026, 05:35 WIB
Jadwal Anime dan Berita Terkini 18-21 Juli 2026
Rabu / 22-07-2026, 05:34 WIB
PYC Ungkap Celah Pengembangan Industri Baterai, Sinkronisasi Kebijakan Jadi Kunci
Rabu / 22-07-2026, 05:34 WIB
Tiket Museum George Lucas Ludes Terjual, Antrean Capai 5 Jam
Rabu / 22-07-2026, 05:34 WIB
Kadek Seina Maputra Juara Starbucks Barista Championship 2026, Siap Wakili Indonesia di Asia Pasifik
Rabu / 22-07-2026, 05:29 WIB
Tersangka Ledakkan Petasan di Depan Gedung Federal New York, Tiga Terluka
Rabu / 22-07-2026, 05:29 WIB
Konflik AS-Iran di Hormuz: Peluang bagi Rusia dan China di Asia Tenggara
Rabu / 22-07-2026, 05:28 WIB
Milania Giudice Tari Bareng Adik yang Laporkan ke Polisi
Rabu / 22-07-2026, 05:28 WIB
Kuda Pacu Adan Banuelos Kaget Tahu Bella Hadid Single
Rabu / 22-07-2026, 05:28 WIB
Dustin Poirier: Bud Langsung Putus Kontrak Usai Penangkapan
Rabu / 22-07-2026, 05:28 WIB
Ibu Nolan Wells Ajukan Permohonan Hukum untuk Tuntut Kematian Putranya
Rabu / 22-07-2026, 05:28 WIB
Gagal di Piala Dunia 2026, Rudi Garcia Pastikan Berpisah dengan Belgia
Rabu / 22-07-2026, 05:24 WIB







