Krisis Iklim Ancam Destinasi Wisata Unggulan Indonesia dan Dunia
Penutupan selama beberapa jam pada siang hari dilakukan saat suhu menyentuh 40-41 derajat Celsius demi keselamatan wisatawan.
Perubahan komponen iklim kini mengubah motivasi kunjungan, pilihan destinasi, lama musim wisata, hingga kepuasan perjalanan. Sektor pariwisata sangat dipengaruhi oleh komponen termal, fisik, dan estetika lingkungan.
>>> PT Intra Golflink Resorts Tbk Bagikan Dividen Rp 10,36 Miliar
Hubungan antara pariwisata dan perubahan iklim sebenarnya telah diteliti sejak tahun 1970-an.
Penelitian Stefan Gosling dan Daniel Scott pada 2024 menyimpulkan bahwa fenomena ini mulai mengubah kelayakan sebuah destinasi.
Laporan Our Common Future tahun 1987 juga menegaskan bahwa lingkungan, ekonomi, dan kesejahteraan sosial saling berkaitan.
Pesan ini kian relevan setelah tahun 2024 tercatat sebagai tahun pertama dengan suhu rata-rata global melampaui ambang 1,5 derajat Celsius dari era pra-industri.
Menurut Tourism and Climate Change Stocktake, industri wisata menghadapi risiko fisik dan risiko karbon.
Risiko fisik meliputi gelombang panas, banjir, kebakaran hutan, kenaikan muka laut, abrasi, hingga kehilangan keanekaragaman hayati.
Sementara itu, risiko karbon berkaitan dengan lonjakan biaya perjalanan akibat kebijakan pengurangan emisi. Kondisi ini berdampak langsung pada transportasi udara yang menjadi tulang punggung mobilitas wisata global.
Urgensi Mitigasi dan Kesiapan Destinasi
World Tourism Organization bersama lembaga PBB lainnya pada 2008 menetapkan perubahan iklim sebagai tantangan terbesar pariwisata berkelanjutan.
Namun, banyak kebijakan pariwisata dunia dinilai belum sinkron dengan mitigasi emisi karena masih berfokus pada pertumbuhan angka devisa.
Kementerian Pariwisata diharapkan tidak hanya bertumpu pada indikator jumlah wisatawan, okupansi hotel, dan devisa dalam laporan bulanan. Kemenpar perlu membeberkan langkah nyata pencapaian destinasi dalam menghadapi perubahan iklim.
Pembangunan pariwisata masa depan dituntut untuk tangguh melalui pemetaan kerentanan iklim, perlindungan ekosistem, serta pengelolaan air.
Penataan tata ruang harus sensitif terhadap risiko iklim untuk melindungi kawasan pesisir, mangrove, dan hutan.
Kekuatan Pentahelix yang melibatkan pembuat kebijakan, pengusaha, masyarakat, media, hingga content creator memiliki peran besar.
>>> OJK Minta Perbankan Blokir 33.836 Rekening Judi Online
Kolaborasi ini dibutuhkan untuk membangun kesadaran bersama dan menumbuhkan cara berwisata yang peduli pada kelestarian lingkungan.
Update Terbaru
Timnas Oman Waspadai Kekuatan Fisik Skuad Indonesia di GBK
Jumat / 05-06-2026, 18:32 WIB
Indonesia Coffee Expo 2026 Surabaya Catat Transaksi Rp 3 Miliar
Jumat / 05-06-2026, 18:28 WIB
Justice Collaborator Jadi Jalan Sony Sanjaya Ungkap Dugaan Korupsi MBG
Jumat / 05-06-2026, 18:27 WIB
Studi Ungkap Pekerja dengan Jam Kerja Panjang Lebih Rentan Obesitas
Jumat / 05-06-2026, 18:27 WIB
BPOM Sita 2 Juta Kosmetik Impor Ilegal di Tangerang, Nilai Capai Rp27,6 Miliar
Jumat / 05-06-2026, 18:27 WIB
Viral Seruan Boikot Produk Sarwendah Usai Polemik Nafkah Rp200 Juta, Berawal dari Ucapan Saat Live Shopping
Jumat / 05-06-2026, 18:25 WIB
Pameran Indonesia Coffee Expo 2026 Surabaya Raup Transaksi Rp3 Miliar
Jumat / 05-06-2026, 18:24 WIB
Kemenkeu Catat Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Capai Rp123,8 Triliun
Jumat / 05-06-2026, 18:24 WIB
Ganda Putra Indonesia Pastikan Satu Tiket Final Indonesia Open 2026
Jumat / 05-06-2026, 18:22 WIB
KPK Lelang Aset Properti Miliaran Rupiah Milik Terpidana Korupsi APD Ahmad Taufik
Jumat / 05-06-2026, 18:22 WIB
Serangan Udara Rudal dan Drone Hantam Bandara Internasional Kuwait
Jumat / 05-06-2026, 18:21 WIB
Penampakan GBK Ramai Fans EXO Jelang Konser EXhOrizon in JAKARTA
Jumat / 05-06-2026, 18:21 WIB
Honor Siapkan Magic V6 untuk Pecahkan Rekor HP Lipat Paling Tipis
Jumat / 05-06-2026, 18:21 WIB
Raymond/Joaquin Kalahkan Juara Dunia, Lolos ke Semifinal Indonesia Open 2026
Jumat / 05-06-2026, 18:20 WIB






