SpaceX, perusahaan kedirgantaraan milik Elon Musk, memblokir akses ke situs web dan dokumen pemasaran IPO di China daratan dan Hong Kong.

Langkah ini berpotensi membatasi partisipasi investor dari kedua wilayah tersebut.

>>> Jadwal Timnas Indonesia vs Oman di FIFA Matchday Juni 2026

Pemblokiran terdeteksi pada Jumat (5/6/2026) ketika pengguna di China dan Hong Kong mencoba mengakses materi penawaran perdana saham.

Mereka dihadapkan pada pesan "Error 1009" yang menandakan akses ditolak.

Cloudflare, penyedia keamanan web, menjelaskan bahwa kode kesalahan tersebut biasanya muncul karena pemilik situs sengaja membatasi alamat IP dari negara atau wilayah tertentu.

Kebijakan ini merupakan keputusan internal perusahaan.

IPO Terbesar di Dunia

SpaceX menargetkan penghimpunan dana sebesar US$ 75 miliar melalui IPO ini.

>>> Kunjungan Wisatawan ke Kota Cirebon Turun pada April 2026

Nilai tersebut akan mendongkrak valuasi perusahaan menjadi US$ 1,75 triliun dan menempatkannya dalam daftar 10 perusahaan termahal di Amerika Serikat.

Roadshow telah dimulai sejak Kamis (4/6/2026) di New York dengan mengunggah dokumen IPO di laman resmi.

Berkas tersebut masih dapat diakses secara normal di sebagian besar pasar utama Asia.

Hingga kini, belum diketahui alasan pasti maupun waktu awal pembatasan akses bagi investor di wilayah pengelolaan kekayaan terbesar di dunia itu.

>>> Festival Kampung Dongeng 2026 Sukses Jangkau Ribuan Keluarga di 57 Kota

SpaceX dan bank pendukung seperti Bank of America, Citigroup, Goldman Sachs, JPMorgan, dan Morgan Stanley belum memberikan tanggapan resmi.