Setelah kering, jenazah dikafani dengan kain putih bersih di atas utas tali pengikat berjumlah ganjil. Jenazah laki-laki membutuhkan tiga lapis kain kafan, sedangkan perempuan lima lapis.

Kain kafan dan anggota tubuh untuk sujud diberi wewangian non-alkohol.

>>> Khaldoon Al Mubarak: Pep Guardiola Sering Ingin Tinggalkan Man City

Bagian tubuh yang berlubang ditutup kapas, lalu pembalutan dilakukan rapi dan diikat dengan simpul hidup di sisi kiri.

Shalat Jenazah dan Pemakaman

Shalat jenazah dilaksanakan berdiri tanpa ruku dan sujud dengan empat kali takbir. Posisi imam sejajar kepala untuk jenazah laki-laki, dan sejajar perut atau pinggang untuk perempuan.

Pada takbir pertama membaca Al-Fatihah, takbir kedua membaca shalawat, takbir ketiga doa ampunan, dan takbir keempat doa untuk jenazah dan keluarga, lalu salam.

Pemakaman dilakukan sesegera mungkin di liang lahat sedalam sekitar 1,5 meter atau setinggi dada orang dewasa.

Liang sebaiknya dilengkapi ceruk samping agar jasad aman dari bau dan binatang.

Jenazah dimasukkan perlahan dengan mendahulukan kepala, dimiringkan ke kanan, dan wajah serta dada dihadapkan ke kiblat. Sebelum tanah ditimbun, tali kafan dilepaskan dan kain di pipi dibuka sedikit.

Bagian belakang kepala dapat diganjal gumpalan tanah agar posisi tubuh tidak berubah.

Setelah liang ditutup papan kayu dan ditimbun, makam diberi nisan atau gundukan kecil setinggi satu jengkal, lalu diakhiri doa bersama.

Kendala di Masyarakat

Dalam praktiknya, pemulasaraan jenazah sering menghadapi kendala. Masalah berkaitan dengan pemahaman fiqih, adat kebiasaan, dan ketersediaan sarana pendukung.

Kepanikan dan duka mendalam membuat banyak keluarga bingung tentang langkah awal. Ketidakpahaman ini menyebabkan mereka pasrah sepenuhnya kepada masyarakat sekitar.

Pengaruh mitos atau tradisi lokal juga menjadi tantangan yang memperlambat pemakaman. Beberapa kasus menunjukkan pemakaman tertunda demi ritual adat, padahal syariat menganjurkan segera dikuburkan.

>>> Harga Emas Berjangka AS Merosot Imbas Ketegangan Timur Tengah

Keterbatasan fasilitas di tingkat RT atau RW turut menghambat kelancaran pemulasaraan. Perlengkapan pemandian yang belum memadai dan ketersediaan kain kafan standar sering sulit dipenuhi dengan cepat.