Ibadah penyembelihan hewan kurban pada Idul Adha menyimpan fakta sains yang menarik. Metode pemotongan dalam Islam ternyata memengaruhi tingkat rasa sakit pada hewan ternak.

Penelitian oleh Profesor Wilhelm Schulze dan Dr. Hazim dari University of Hannover, Jerman, mengungkap hasil mengejutkan. Riset itu membandingkan penyembelihan syariat Islam dengan metode konvensional.

>>> Kipas Team Rilis Update FF Kipas Beta v2.105 Hari Ini untuk Atasi Crash

Tata cara syariat Islam dilakukan dengan sayatan cepat dan dalam menggunakan pisau tajam pada leher. Langkah ini memotong tiga saluran utama: makanan, pernapasan, dan dua pembuluh darah arteri.

Metode konvensional yang menjadi pembanding menerapkan proses pelumpuhan terlebih dahulu. Hewan dibuat pingsan dengan pistol listrik sebelum disembelih.

Peneliti menggunakan Elektroensefalografi (EEG) untuk merekam aktivitas listrik otak. Elektrokardiogram (EKG) juga dipasang untuk memantau aktivitas jantung.

Hasil EEG pada tiga detik pertama setelah penyembelihan syariat Islam tidak menunjukkan perubahan. Ini mengindikasikan hewan tidak merasakan sakit saat pisau disayatkan.

Memasuki tiga detik berikutnya, grafik EEG pada otak kecil menurun bertahap mirip fase tidur. Grafik terus menurun hingga hewan kehilangan kesadaran total.

Alat EKG mencatat aktivitas jantung luar biasa setelah enam detik pertama. Jantung bekerja keras menarik darah dari seluruh tubuh untuk dipompa keluar.

>>> Ramalan Zodiak Capricorn, Aquarius, Pisces: Kelola Keuangan dan Asmara

Mekanisme penarikan darah maksimal membuat daging lebih sehat dan higienis. Kualitas daging memenuhi prinsip Good Manufacturing Practise (GMP).

Kondisi berbeda ditemukan pada metode konvensional. Hewan langsung terhuyung dan roboh setelah pemingsanan, namun darah yang keluar lebih sedikit.

Alat EEG menunjukkan peningkatan signifikan setelah pemingsanan, indikator kuat adanya rasa sakit. Grafik EKG justru menurun drastis sehingga jantung kehilangan kemampuan memompa darah.

Darah yang tidak terpompa keluar membeku di dalam urat dan pembuluh darah daging. Hal ini menurunkan kualitas daging menjadi tidak sehat dan tidak layak konsumsi.

Dalam Islam, umat Muslim diwajibkan berbuat baik kepada semua makhluk dan dilarang zalim terhadap hewan. Pisau wajib diasah tajam untuk meringankan beban hewan, serta diawali dengan membaca basmallah.

Dari Syadad bin Aus RA, Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah memerintahkan agar berbuat ihsan terhadap segala sesuatu...

>>> Simbadda Hadirkan Experience Store untuk Edukasi Pemilihan Speaker Rumah

Hendaklah kalian menajamkan pisau kalian untuk meringankan beban hewan yang akan disembelih." (HR Muslim no 1955).