Harga Emas Berjangka AS Merosot Imbas Ketegangan Timur Tengah
Kontrak emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Agustus mencatat penurunan 0,4 persen ke level US$ 4.487,90 per ons troi.
Penurunan ini dipicu oleh meredupnya harapan kesepakatan damai antara AS dan Iran setelah Hizbullah menolak usulan gencatan senjata terbaru di Lebanon.
>>> Truk Impor China Serbu Tambang, Industri Karoseri Lokal Terancam
Situasi semakin rumit karena Israel menegaskan tidak akan menarik pasukannya dari wilayah konflik, menghambat upaya Presiden AS Donald Trump untuk menghentikan pertempuran.
Faktor geopolitik Timur Tengah dan proyeksi kebijakan moneter yang ketat menjadi beban bagi harga logam mulia di pasar global.
"Pesimisme terkait penyelesaian konflik Iran menjadi faktor negatif bagi emas. Pasar juga mengantisipasi suku bunga yang lebih ketat," ujar Kepala Pasar Institusional ABC Refinery, Nicholas Frappell.
Presiden Federal Reserve Kansas City Jeffrey Schmid menyatakan bank sentral kini menghadapi opsi mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama atau menaikkannya untuk meredam inflasi.
Sementara itu, Presiden Federal Reserve San Francisco Mary Daly menegaskan arah suku bunga ke depan akan bergantung pada perkembangan ekonomi.
Menurut Mary Daly, kebijakan moneter saat ini sudah tepat dan The Fed siap merespons berbagai kemungkinan.
>>> Defisit APBN per Mei 2026 Tembus Rp 180,4 Triliun, Melonjak 763%
Dampak Suku Bunga dan Permintaan Pasar Fisik
Kenaikan suku bunga umumnya mengurangi daya tarik emas karena aset ini tidak menghasilkan imbal hasil, meskipun sering dianggap sebagai pelindung nilai terhadap inflasi.
Data CME FedWatch Tool menunjukkan pelaku pasar memperkirakan peluang 51 persen bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun.
Investor kini menantikan rilis data ketenagakerjaan non-pertanian AS periode Mei yang dijadwalkan pada Jumat waktu setempat.
Di pasar fisik, aktivitas pembelian emas di India lesu karena konsumen menunggu stabilitas harga, sementara premi emas di China juga menurun.
Tren negatif ini memengaruhi logam mulia lainnya: harga perak spot merosot 1,8 persen ke US$ 72,53 per ons troi.
>>> Fenomena Fans K-Pop Jadi Inspirasi Serial Netflix Baru, Ini Ceritanya
Harga platinum terkoreksi 0,8 persen ke US$ 1.885,83 per ons troi, dan paladium melemah 0,8 persen menjadi US$ 1.309,91 per ons troi.
Update Terbaru
Modder Fallout 4 Tak Gentar dengan Remaster Resmi Fallout 3
Rabu / 22-07-2026, 06:50 WIB
Pre-order Joy-Con Switch 2 ala Splatoon Raiders Masih Tersedia
Rabu / 22-07-2026, 06:50 WIB
Cara Mendapatkan Serialized Gilded Ruin Camo di Black Ops 7 dan Modern Warfare 4
Rabu / 22-07-2026, 06:49 WIB
CBS Perluas Jagat NCIS dengan Tiga Seri dalam Satu Malam
Rabu / 22-07-2026, 06:49 WIB
Julio Iglesias Gugat Wakil Perdana Menteri Spanyol
Rabu / 22-07-2026, 06:49 WIB
Janda Malcolm-Jamal Warner Gugat Ibu Aktor Soal Trust Rp19 Miliar
Rabu / 22-07-2026, 06:49 WIB
Penjelajah Temukan Bangkai Pesawat Pan Am 1952 di Lepas Pantai Puerto Rico
Rabu / 22-07-2026, 06:49 WIB
Cyberpunk 2077: Jadi Korporat Jahat yang Impian, Meski Harus Berpikir Keras soal Egois
Rabu / 22-07-2026, 06:45 WIB
Steve McBee Sr Tunjuk Mantan Istri sebagai Presiden Interim McBee Farms
Rabu / 22-07-2026, 06:44 WIB
Badai Parah Landa AS Timur Sebelum Cuaca Lebih Sejuk
Rabu / 22-07-2026, 06:44 WIB
Mutsumi Aoki Luncurkan Manga Baru Seinaru Hime no Kakushigoto
Rabu / 22-07-2026, 06:43 WIB
WNBA Umumkan Peserta Kontes Tiga Angka All-Star Weekend
Rabu / 22-07-2026, 06:43 WIB
Warren Buffett Peringatkan Risiko Pasar Saham Meningkat Akibat Valuasi Tinggi
Rabu / 22-07-2026, 06:42 WIB
Savannah Guthrie Kembali ke Today Sebelum Syuting Wordle
Rabu / 22-07-2026, 06:42 WIB







