Defisit APBN per Mei 2026 Tembus Rp 180,4 Triliun, Melonjak 763%
Kementerian Keuangan mencatat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) per 31 Mei 2026 mencapai Rp 180,4 triliun.
Angka itu setara dengan 0,7 persen dari produk domestik bruto (PDB).
>>> Fenomena Fans K-Pop Jadi Inspirasi Serial Netflix Baru, Ini Ceritanya
Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, defisit melonjak hingga 763,2 persen.
Pada Mei 2025, defisit APBN hanya sebesar Rp 20,9 triliun atau 0,09 persen dari PDB.
Pemerintah telah melakukan pembiayaan sebesar Rp 379,4 triliun untuk menutup defisit tersebut. Sementara itu, keseimbangan primer mencatat surplus Rp 58,6 triliun.
Menkeu: Defisit Terkendali Berkat Perbaikan Pajak
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan data fiskal tersebut menunjukkan kondisi keuangan negara tetap terkendali. Menurutnya, perbaikan signifikan pada penerimaan pajak dan bea cukai menjadi kunci.
"Yang jelas (defisit) bisa kita kendalikan karena pajak dan bea cukai ada perbaikan signifikan.
Sekarang surplus keseimbangan primer sebesar Rp 58,6 triliun atau sudah positif lagi," ujar Purbaya.
Realisasi pendapatan negara hingga akhir Mei 2026 mencapai Rp 1.185 triliun, tumbuh 19,1 persen secara tahunan.
Pendapatan itu terdiri dari penerimaan pajak Rp 834,4 triliun, kepabeanan dan cukai Rp 123,8 triliun, PNBP Rp 226,4 triliun, serta hibah Rp 400 miliar.
>>> 5 Buah Penurun Asam Urat yang Wajib Ada di Menu Harian
Penerimaan pajak tumbuh 22,1 persen secara tahunan, kepabeanan dan cukai naik 0,7 persen, serta PNBP meningkat 19,9 persen.
Purbaya menambahkan, pertumbuhan pajak tahun ini diperkirakan bisa mencapai 20 persen atau lebih.
Untuk menekan kebocoran, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tengah menyiapkan sistem pengawasan digital baru pada sektor hasil tembakau.
Sistem ini diharapkan dapat mendeteksi kesalahan peruntukan dan personifikasi secara otomatis.
"Nanti perhitungan rokok otomatis masuk ke sini ke bea cukai sehingga tidak ada kebocoran lagi. Deteksinya cukup canggih," jelas Purbaya.
Sistem otomatisasi itu ditargetkan beroperasi penuh dalam enam bulan ke depan.
Dari sisi belanja, negara mengeluarkan Rp 1.365,4 triliun hingga Mei 2026, naik 34,4 persen secara tahunan.
Belanja pemerintah pusat mencapai Rp 1.059,3 triliun, terdiri dari belanja kementerian/lembaga Rp 517,7 triliun dan non-kementerian Rp 541,6 triliun.
>>> Kemendikdasmen Dukung SE KPK Cegah Korupsi Penerimaan Murid Baru
Transfer ke daerah tercatat Rp 306,1 triliun.
Update Terbaru
Baca Jadwal Nano Machine Chapter 318 Bahasa Indonesia, Kejutan Besar! Siap Rilis Hari Ini
Rabu / 22-07-2026, 08:00 WIB
Lego Rilis Set X-Files: Kantor Mulder dan UFO dalam Satu Paket
Rabu / 22-07-2026, 07:49 WIB
Blizzard Rilis Patch Baru Heroes of the Storm, Warganet Terkejut Game Ini Masih Didukung
Rabu / 22-07-2026, 07:49 WIB
Hunter Goodman Incaran Sejumlah Kontestan Playoff MLB
Rabu / 22-07-2026, 07:49 WIB
Petugas Padamkan Kebakaran Hutan di Oregon Tengah yang Meluas hingga Ribuan Hektare
Rabu / 22-07-2026, 07:49 WIB
Venezuela Mulai Rekonstruksi Perumahan Pasca Gempa di La Guaira
Rabu / 22-07-2026, 07:49 WIB
Trailer Captain Tsubasa 2: World Fighters Perkenalkan Tim Korea Selatan
Rabu / 22-07-2026, 07:45 WIB
California Percepat Mitigasi Kebakaran Hutan di Tengah Ancaman Pemotongan Dana
Rabu / 22-07-2026, 07:44 WIB
Little League Diskualifikasi Tim Softball Tulsa karena Pelanggaran Eligibilitas
Rabu / 22-07-2026, 07:44 WIB
Daftar Harga HP Samsung Baru dan Bekas per Juli 2026
Rabu / 22-07-2026, 07:43 WIB
Diskon 50% Tiket MotoGP Mandalika 2026 Khusus Warga NTB, Mulai Rp200 Ribu
Rabu / 22-07-2026, 07:43 WIB
Tiga Prodi Unusa Raih Hibah Program Penguatan PTS Skema B
Rabu / 22-07-2026, 07:43 WIB
Jeana Keough Tak Bisa Makan Dua Pekan Akibat Kanker Lidah
Rabu / 22-07-2026, 07:42 WIB
Danny Trejo Tak Terduga Bertemu Keponakan di TMZ Brunch Bus
Rabu / 22-07-2026, 07:42 WIB







