Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat outstanding pembiayaan industri pinjaman daring peer-to-peer (P2P) fintech lending mencapai Rp102,07 triliun per April 2026.

Angka ini disampaikan dalam Rapat Dewan Komisioner OJK Bulanan Mei yang digelar Jumat (5/6/2026).

>>> AAJI Optimistis Pendapatan Premi Asuransi Jiwa 2026 Tumbuh

Realisasi pembiayaan pada April 2026 mengalami lonjakan 26,11% secara year-on-year (yoy).

Capaian tersebut juga meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat Rp101,03 triliun, serta posisi Desember 2025 yang sebesar Rp96,62 triliun.

Rasio Kredit Bermasalah dan Sektor Lain

Kepala Eksekutif Pengawasan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, menyatakan rasio kredit wanprestasi 90 hari (TWP90) berada di angka 4,62% hingga periode yang sama.

Angka ini naik dibandingkan posisi April tahun lalu yang sebesar 2,93%, setelah sebelumnya menyentuh 4,32% pada Desember 2025 dan 4,38% pada Januari 2026.

>>> ADOR Turunkan Nilai Gugatan Ganti Rugi terhadap Danielle dan Min Hee Jin

Di sektor multifinance, outstanding piutang per April mencapai Rp514,65 triliun, tumbuh 2,08% secara yoy dari bulan sebelumnya yang sebesar Rp514,09 triliun.

Sementara itu, industri modal ventura menyalurkan pembiayaan Rp16,35 triliun per April, menyusut dari posisi Maret yang mencapai Rp16,57 triliun.

Nilai aset industri ventura juga terkoreksi menjadi Rp27,73 triliun, dibandingkan Maret yang sebesar Rp28,12 triliun.

Sektor pergadaian mencatat lonjakan penyaluran hingga 56% secara yoy menjadi Rp157,2 triliun per April, tumbuh 2,4% dibanding Maret.

>>> Timnas Yaman Lolos ke Piala Asia 2027 Usai Tekuk Lebanon 2-0

Kenaikan ini mendongkrak nilai aset industri pergadaian dari Rp122,81 triliun pada April tahun lalu menjadi Rp188,52 triliun.