Keseimbangan primer Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Mei 2026 mencatat surplus sebesar Rp58,6 triliun.

Capaian ini disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Jakarta pada Jumat (5/6/2026).

>>> Santa Monica Studios Pastikan Kisah Kratos Tetap Berlanjut

Surplus tersebut melanjutkan tren positif dari akhir April 2026 yang surplus Rp28 triliun.

Namun secara tahunan, angka ini turun 69,5 persen dibanding Mei 2025 yang mencapai Rp192,2 triliun.

"Surplus keseimbangan primer Rp58,6 triliun sudah positif lagi. Artinya, anggaran kita lebih berkesinambungan," ujar Purbaya di Aula Mezzanine, Gedung Juanda, Kementerian Keuangan.

Defisit APBN Menyempit

Posisi APBN per Mei 2026 tercatat defisit Rp180,4 triliun atau 0,70 persen terhadap PDB.

Angka ini menyempit dibanding kuartal I/2026 yang defisit Rp240,1 triliun atau 0,93 persen PDB.

>>> Gihon Telekomunikasi Targetkan 1.820 Tenancy Akhir 2026

Meski demikian, defisit tumbuh 763 persen secara tahunan. Purbaya menegaskan APBN tetap aman dan terkendali berkat perbaikan signifikan pada penerimaan pajak dan bea cukai.

Total belanja negara hingga akhir Mei mencapai Rp1.365,4 triliun, naik 34,4 persen. Sementara pendapatan negara terkumpul Rp1.185 triliun, tumbuh 19,1 persen secara tahunan.

Penerimaan pajak menyumbang Rp834,4 triliun, kepabeanan dan cukai Rp123,8 triliun, serta PNBP Rp226,4 triliun.

Menteri Keuangan juga membantah kritik yang menyebut pengelolaan anggaran tidak matang. "Anggaran kita bagus.

>>> Pemerintah Godok Skema Gross Split untuk Sektor Pertambangan Minerba

Yang dibilang ugal-ugalan membuat anggaran kacau, saya bingung," tuturnya.