Tahun 2026 menjadi periode krusial karena pemerintah meminta perusahaan energi mengambil keputusan investasi final paling lambat Maret mendatang.

Eneos Holdings dan Mitsubishi Corporation merencanakan produksi 400.000 kiloliter SAF setelah tahun fiskal 2028, tergantung pada volume minyak jelantah yang berhasil dikumpulkan.

Sementara itu, JGC Holdings bersama Cosmo Energy Holdings dan REVO International telah mengoperasikan pabrik skala komersial pertama dengan kapasitas 30.000 kiloliter per tahun.

Pemerintah Tokyo terus memperluas inisiatif pengumpulan ke jutaan rumah tangga meskipun hasil sepanjang 2024 baru mencapai 160 kiloliter.

"Jika kita tidak mulai sekarang, maka kita tidak akan mampu mencapai target pada tahun 2030," kata pejabat Pemerintah Tokyo, Yasushi Sato.

Sejumlah korporasi seperti Fujifilm Holdings, Aeon, dan 7-Eleven turut menyediakan titik pengumpulan minyak bekas untuk mendukung gerakan ini.

Kendati demikian, pengamat menilai pemenuhan target tersebut tetap menghadapi tantangan besar karena total potensi minyak jelantah domestik maksimal hanya mencakup seperempat kebutuhan.

"Dengan kondisi seperti itu, target tersebut sangat ambisius," ujar ekonom senior di Norinchukin Research Institute, Motoomi Suzuki.

>>> Dishub DKI Jakarta Ubah Jam Operasional Car Free Day Mulai 7 Juni 2026

Suzuki menambahkan bahwa minyak goreng bekas tetap menjadi satu-satunya pilihan domestik yang paling realistis dalam jangka pendek untuk mendukung pengembangan bahan bakar ramah lingkungan tersebut.