Jepang Gencar Kumpulkan Minyak Jelantah untuk Bahan Bakar Pesawat
Pemerintah dan sektor swasta di Jepang kini agresif mengumpulkan minyak goreng bekas dari rumah tangga untuk memproduksi bahan bakar pesawat berkelanjutan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF).
Langkah ini diambil untuk menekan emisi karbon sektor penerbangan di tengah ketidakpastian pasokan energi global.
>>> Sassuolo Resmi Putus Kontrak Fabio Grosso, Jay Idzes Hadapi Pelatih Baru
Program nasional bernama Fry to Fly memanfaatkan kontribusi warga yang menyalurkan minyak jelantah melalui ratusan supermarket.
Seorang ibu rumah tangga di Tokyo, Maki Watanabe, mengumpulkan puluhan liter minyak sisa memasak setiap tahun untuk disumbangkan ke proyek kolaborasi ini.
"Dibutuhkan jumlah yang sangat besar untuk menerbangkan sebuah pesawat, sehingga saya berharap kita bisa mengumpulkan lebih banyak lagi," ujar Watanabe.
Target Ambisius 2030
Jepang menargetkan penggunaan SAF sebesar 10 persen dari total konsumsi bahan bakar pesawat pada tahun 2030.
Untuk memenuhi target tersebut, Jepang diperkirakan membutuhkan sekitar 1,7 juta kiloliter SAF yang diharapkan berasal dari bahan baku domestik yang murah.
Namun, volume produksi SAF domestik saat ini masih sangat rendah, baru mencapai 30.000 kiloliter atau sekitar 0,3 persen dari total kebutuhan.
Kendala infrastruktur dan keterbatasan bahan baku menjadi hambatan utama yang diakui oleh maskapai penerbangan lokal.
"Kami menghadapi kenyataan yang jauh lebih berat dari yang diperkirakan sebelumnya," ungkap ANA Holdings dan Japan Airlines dalam presentasi bersama pada Mei lalu.
Investigasi Reuters menunjukkan hanya sebagian kecil proyek SAF global yang benar-benar terealisasi akibat tingginya biaya produksi dibanding bahan bakar konvensional.
>>> Dishub DKI Jakarta Ubah Jam Operasional Car Free Day Mulai 7 Juni 2026
Jika target 2030 gagal terpenuhi, maskapai dan perusahaan penyulingan di Jepang terancam menghadapi sanksi lingkungan serta biaya impor bahan baku yang lebih mahal.
Update Terbaru
CEO Jagex Targetkan RuneScape Jadi MMO Nomor Satu, Geser World of Warcraft
Rabu / 22-07-2026, 05:35 WIB
Desainer Quest Cyberpunk 2077: Villa Eurodyne Masih Simpan Banyak Rahasia
Rabu / 22-07-2026, 05:35 WIB
Panduan Manga Musim Panas 2026: Rilis Baru dan Review Volume Pertama
Rabu / 22-07-2026, 05:35 WIB
Jadwal Anime dan Berita Terkini 18-21 Juli 2026
Rabu / 22-07-2026, 05:34 WIB
PYC Ungkap Celah Pengembangan Industri Baterai, Sinkronisasi Kebijakan Jadi Kunci
Rabu / 22-07-2026, 05:34 WIB
Tiket Museum George Lucas Ludes Terjual, Antrean Capai 5 Jam
Rabu / 22-07-2026, 05:34 WIB
Kadek Seina Maputra Juara Starbucks Barista Championship 2026, Siap Wakili Indonesia di Asia Pasifik
Rabu / 22-07-2026, 05:29 WIB
Tersangka Ledakkan Petasan di Depan Gedung Federal New York, Tiga Terluka
Rabu / 22-07-2026, 05:29 WIB
Konflik AS-Iran di Hormuz: Peluang bagi Rusia dan China di Asia Tenggara
Rabu / 22-07-2026, 05:28 WIB
Milania Giudice Tari Bareng Adik yang Laporkan ke Polisi
Rabu / 22-07-2026, 05:28 WIB
Kuda Pacu Adan Banuelos Kaget Tahu Bella Hadid Single
Rabu / 22-07-2026, 05:28 WIB
Dustin Poirier: Bud Langsung Putus Kontrak Usai Penangkapan
Rabu / 22-07-2026, 05:28 WIB
Ibu Nolan Wells Ajukan Permohonan Hukum untuk Tuntut Kematian Putranya
Rabu / 22-07-2026, 05:28 WIB
Gagal di Piala Dunia 2026, Rudi Garcia Pastikan Berpisah dengan Belgia
Rabu / 22-07-2026, 05:24 WIB







