"Nah apa yang dilakukan bank, menurut Brett King, bank is a technology company with a banking license. Sebenarnya bank itu technology company," ujar Hery.

Ia mengingatkan bahwa kehadiran kecerdasan buatan, termasuk generative AI, merupakan arus tren yang tidak dapat dibendung. Manajemen bank dituntut memanfaatkan AI untuk personalisasi pengalaman nasabah dan efisiensi operasional.

Lembaga keuangan yang lambat mengadopsi pembaruan teknologi ini berisiko kehilangan relevansi di pasar. Konsumen akan dengan cepat berpindah ke penyedia layanan lain yang lebih inovatif.

"Ini adalah satu keharusan bahwa kita harus mentransformasi diri, mengubah diri. Bukan hanya digitalisasi, bukan hanya otomasi, tetapi juga terkait dengan sekarang ada AI dan Gen AI.

>>> Mandat Bank Indonesia Kian Meluas Usai UU P2SK Disahkan

Jadi kalau itu tidak diubah, kita tidak lagi mengikuti tren ini, bank itu akan ditinggalkan oleh nasabahnya," kata Hery.