Kementerian ESDM Naikkan Alokasi Biodiesel Jadi 17,6 Juta Kiloliter

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meningkatkan alokasi biodiesel tahun 2026 sebesar 12,5 persen menjadi 17,6 juta kiloliter (kl).
Angka ini naik dari rencana awal sebesar 15,64 juta kl.
>>> Kembalinya Mourinho ke Real Madrid Ancam Posisi Utama Alexander-Arnold
Penyesuaian volume dilakukan karena program biodiesel B50 dijadwalkan mulai berlaku pada 1 Juli 2026.
Volume tepatnya mencapai 17.602.168 kl dan akan disahkan melalui keputusan menteri ESDM yang ditargetkan terbit pada Juni ini.
Realisasi penyaluran biodiesel hingga April 2026 telah mencapai 4.617.467 kl atau sekitar 29,51 persen dari target awal.
Dari jumlah tersebut, sektor public service obligation (PSO) menyerap 2.383.678 kl, sementara sektor non-PSO menggunakan 2.233.789 kl.
Dampak Ekonomi dan Kesiapan Teknis B50
Pemerintah memproyeksikan implementasi B50 mampu menghemat devisa negara hingga Rp157,28 triliun. Program ini juga meningkatkan nilai tambah minyak kelapa sawit (CPO) sebesar Rp24,68 triliun.
Selain itu, B50 berpotensi menyerap 2,2 juta tenaga kerja dan mereduksi emisi gas rumah kaca sebesar 46,72 juta ton CO2.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyampaikan bahwa penambahan persentase pencampuran menjadi 50 persen akan berlaku mulai Juli.
>>> Laba Bank Aladin Syariah Melonjak 304 Persen di 2025
Ia memprediksi total alokasi hingga Desember nanti naik menjadi 17.602.168 kl.
Penyaluran insentif ke depan tetap berjalan dengan skema yang sama seperti periode sebelumnya. Insentif hanya diberikan untuk sektor PSO.
Uji jalan atau road test untuk B50 sepanjang 50.000 kilometer telah rampung pada akhir Mei untuk beberapa sektor kendaraan jarak jauh.
Pengujian di kapal, mesin tambang, otomotif, dan alat mesin pertanian juga sudah selesai.
Namun, pengujian untuk moda transportasi kereta api dan perangkat genset masih berjalan. Genset ditargetkan selesai pada Oktober.
Kementerian ESDM menegaskan bahwa belum selesainya pengujian di dua sektor tersebut tidak akan mengundurkan jadwal mandatori B50. Hasil uji hingga 50.000 km dinilai melampaui spesifikasi yang ada.
Anggaran insentif untuk program B40 pada tahun 2026 sebelumnya ditetapkan sebesar Rp47,2 triliun.
>>> Menginap Sambil Menikmati Sunset di The Trans Luxury Hotel Surabaya
Angka ini lebih tinggi dari pagu awal tahun lalu yang sebesar Rp35,5 triliun, namun lebih rendah dari realisasi pendanaan B40 tahun 2025 yang mencapai Rp51 triliun.
Update Terbaru
7 HP Oppo RAM 8GB Terbaru 2026: Baterai Jumbo hingga Layar AMOLED
Jumat / 05-06-2026, 12:08 WIB
IHSG Anjlok ke 5.692,15, Saham Bank Raksasa Jadi Pemicu
Jumat / 05-06-2026, 12:08 WIB
Film Colony Tembus 4 Juta Penonton di Korea Selatan
Jumat / 05-06-2026, 12:08 WIB
BPK Temukan Potensi Kerugian PT BTN Rp1,33 Triliun Akibat KPR Bermasalah
Jumat / 05-06-2026, 12:08 WIB
Truk Impor China Ancam Industri Karoseri Nasional, Banyak Usaha Gulung Tikar
Jumat / 05-06-2026, 12:07 WIB
Film Animasi Garuda Di Dadaku Tayang 11 Juni 2026, Bertepatan Piala Dunia
Jumat / 05-06-2026, 12:07 WIB
Chen Yu Fei Hentikan Langkah Putri Kusuma Wardani di Perempat Final Indonesia Open 2026
Jumat / 05-06-2026, 12:07 WIB
Makna Spiritual dan Praktik Ayat Summum Bukmun Umyun dalam Kehidupan
Jumat / 05-06-2026, 12:05 WIB
Cara Mudah Sedekah Subuh dari Rumah, Tak Perlu ke Masjid
Jumat / 05-06-2026, 12:05 WIB
Kemendikdasmen Umumkan Rata-rata Nilai TKA SD dan SMP 2026
Jumat / 05-06-2026, 12:05 WIB
Sikapi FOMO Anak terhadap Idola, Orangtua Jangan Langsung Melarang
Jumat / 05-06-2026, 12:04 WIB
Telkom Indonesia Buka Suara soal OTT Komisaris Silmy Karim
Jumat / 05-06-2026, 12:04 WIB
Timnas U19 Indonesia Kalahkan Timor Leste 3-0 di Piala AFF
Jumat / 05-06-2026, 12:04 WIB
Kemendikdasmen Salurkan PIP Termin Kedua hingga September 2026
Jumat / 05-06-2026, 12:02 WIB






