PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) mencatatkan kinerja keuangan yang solid pada kuartal I 2026. Pendapatan perusahaan mencapai Rp27,58 triliun, tumbuh 1,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pertumbuhan ini ditopang oleh strategi monetisasi layanan digital yang berhasil.

>>> Pemerintah Percepat Konversi Terminal Multipurpose Jadi Peti Kemas

Rata-rata pendapatan per pelanggan (ARPU) melonjak 6,4% menjadi Rp45.100 dari Rp42.400 pada kuartal I 2025.

Trafik data atau payload juga meningkat 2,3% year-on-year menjadi 5.770 petabyte.

Meskipun secara kuartalan mengalami normalisasi musiman pasca-libur akhir tahun, angka ini menunjukkan konsumsi data yang terus bertambah.

Fokus pada Pertumbuhan Nilai

Jumlah pelanggan seluler Telkomsel tercatat 153,7 juta per Maret 2026, menurun 3,2% dari 158,8 juta setahun sebelumnya.

>>> Anime Dandadan Diadaptasi ke Drama Panggung Live-Action di Jepang

Penurunan ini merupakan bagian dari strategi rasionalisasi basis pelanggan.

Perusahaan kini lebih fokus pada pertumbuhan nilai (value growth) ketimbang kuantitas pengguna.

Segmen pascabayar Telkomsel Halo menunjukkan peningkatan, mencapai 8,7 juta pelanggan dari 8 juta pada kuartal I 2025.

>>> Pelemahan Rupiah Berpotensi Dongkrak Ekspor Minyak Sawit Nasional 2026

Strategi ini berdampak positif pada profitabilitas. EBITDA tumbuh 6,9% year-on-year menjadi Rp13,12 triliun, menandakan keberhasilan transformasi digital yang dijalankan perusahaan.