Nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berpotensi memicu lonjakan ekspor minyak sawit nasional sepanjang tahun 2026.

Capaian ini diperkirakan dapat melampaui perolehan ekspor pada tahun 2025 yang mencatatkan angka sekitar Rp590 triliun.

>>> Harga Emas Dunia Melemah pada 5 Juni 2026 Akibat Ketegangan Timur Tengah

Nilai ekspor komoditas minyak sawit Indonesia pada periode Januari hingga Maret 2026 sudah menyentuh angka Rp162,7 triliun.

Jumlah tersebut memperlihatkan kenaikan sebesar 13,64% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang bernilai Rp143,17 triliun.

Produksi dan Konsumsi Domestik Meningkat

Berdasarkan data dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), volume produksi minyak sawit di dalam negeri sampai dengan Maret 2026 berada pada angka 15,56 juta ton.

Jumlah produksi ini mengalami peningkatan sebanyak 18,44% dari periode yang sama di tahun 2025 sebesar 13,13 juta ton.

>>> Jadwal Program Trans TV Sabtu, 6 Juni 2026: Brownies, Insert dan Pagi-Pagi Ambyar Ada Film Bioskop SAS: Red Notice dan L.A. Confidential + Link

Sementara itu, tingkat konsumsi minyak sawit untuk kebutuhan domestik pada rentang Januari-Maret 2026 dilaporkan mencapai 6,52 juta ton.

Angka konsumsi lokal tersebut tercatat 7,47% lebih tinggi daripada periode yang sama pada tahun lalu yang berkisar di angka 6,07 juta ton.

Untuk volume pengiriman ke luar negeri, Gapki mencatat ekspor komoditas kelapa sawit per Maret 2026 sudah menembus 8,55 juta ton.

>>> PT Temas Tbk Bagikan Dividen Tunai Rp228,20 Miliar

Kinerja pengiriman internasional ini tumbuh sebesar 11,91% dari periode yang sama pada tahun 2025 yang sebesar 7,64 juta ton.