Amerika Serikat mendeteksi kasus pertama parasit New World screwworm pada seekor anak sapi di La Pryor, Texas, pada Kamis (4/6/2026).

Temuan ini memicu respons darurat dari otoritas federal dan negara bagian untuk melindungi industri peternakan domestik.

>>> Bank Syariah Indonesia Bagikan Dividen Tunai Rp 1,51 Triliun

Penemuan ini mengancam populasi sapi AS yang tengah berada pada level terendah dalam 75 tahun terakhir akibat kekeringan panjang.

Harga kontrak berjangka sapi bakalan di Chicago Mercantile Exchange pun berfluktuasi.

Respons Otoritas dan Dampak Pasar

Menteri Pertanian AS, Brooke Rollins, menyatakan sejauh ini belum ditemukan kasus tambahan pada hewan lain di sekitar lokasi.

"Jika kita semua bekerja sama dan mengikuti pedoman pengobatan serta pembatasan pergerakan ini, tidak ada alasan untuk percaya bahwa kejadian ini akan menyebabkan hama tersebut menetap di sisi perbatasan kita," ujarnya.

Calon Komisaris Pertanian Texas dari Partai Republik, Nate Sheets, menyebut parasit ini seperti sesuatu dari film horor.

>>> Steam Hardware Survey Mei 2026: Nvidia RTX 5060 Ti Jadi GPU Paling Populer

"New World screwworm terdengar seperti sesuatu yang berasal dari film horor, tetapi ini nyata," katanya. Ia menekankan bahwa temuan ini adalah keadaan darurat bagi sektor pertanian.

Pialang komoditas dari FuturesOne, Matt Wiegand, menyoroti dampak terhadap harga komoditas dan pasokan daging. "Kita perlu melihat seberapa cepat penyebarannya dan bagaimana reaksi konsumen," ujarnya.

Menurutnya, pasokan sapi masih ketat karena faktor eksternal lain.

Sebagai langkah mitigasi, USDA menerapkan karantina radius 20 kilometer dari lokasi kasus dan mengerahkan metode pelepasan massal lalat jantan steril.

>>> Pinterest Investasi Rp72,26 Triliun di AWS untuk Perkuat AI

Wakil Menteri USDA, Dudley Hoskins, menegaskan komitmen pemerintah dalam menekan penyebaran parasit pemakan daging tersebut.