Yen Sentuh Level Kritis 160 per Dolar, Jepang Siap Intervensi
Nilai tukar yen Jepang menyentuh level kritis 160 per dolar AS pada awal perdagangan Asia. Pelemahan ini memicu kesiapan pemerintah setempat untuk melakukan intervensi pasar valuta asing.
Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama menegaskan kesiapan otoritas menghadapi volatilitas yang dinilai berlebihan. "Pemerintah siap merespons setiap saat dan tidak menutup kemungkinan mengambil tindakan tegas," ujarnya.
>>> Telkom Indonesia Siapkan Buyback Saham Rp4 Triliun, RUPS Juni 2026
Kondisi pasar saat ini dipengaruhi faktor fundamental yang kuat. Tingginya harga energi dan solidnya data ekonomi Amerika Serikat menjadi pendorong utama pelemahan yen.
Analis pasar IG, Tony Sycamore, menyebut intervensi Jepang pada akhir April lalu hanya berdampak sementara.
"Dolar AS perlu turun di bawah 155 yen untuk mengubah tren penguatan yang masih dominan," katanya.
Di sisi domestik, upah riil Jepang naik 1,9% pada April, kenaikan bulanan keempat berturut-turut.
Situasi ini menjadi perhatian Bank of Japan yang akan menggelar rapat kebijakan moneter pada 15-16 Juni.
>>> Kemenhaj Kaji Pembayaran Umrah Terpusat Lewat E-Wallet
Suku bunga berpeluang naik dalam waktu dekat, kecuali konflik Timur Tengah meningkat tajam dan mengganggu stabilitas keuangan global.
Ketegangan meningkat setelah Hezbollah menolak proposal gencatan senjata baru di Lebanon.
Indeks dolar AS berada di level 99,434 dan menuju kenaikan mingguan 0,5% akibat permintaan aset safe haven.
Euro berada di US$ 1,1612, poundsterling stabil di US$ 1,3423, dolar Australia turun ke US$ 0,7127, dan dolar Selandia Baru datar di US$ 0,5867.
>>> Dishub DKI Imbau Pengunjung GBK Gunakan Transportasi Umum Akhir Pekan Ini
Pelaku pasar menantikan rilis data ketenagakerjaan nonfarm payrolls AS pada Jumat waktu setempat. Data tersebut diproyeksikan bertambah 85.000 lapangan kerja pada Mei.
Update Terbaru
Prabowo Subianto Pantau Program Prioritas BPI Danantara
Jumat / 05-06-2026, 10:16 WIB
Harga Emas Dunia Turun Menuju Kerugian Mingguan Akibat Ketegangan Geopolitik
Jumat / 05-06-2026, 10:16 WIB
Daftar 38 Titik SPKLU di Medan Tahun 2026, Lengkap dengan Tipe Daya
Jumat / 05-06-2026, 10:16 WIB
Review MG S5 EV: SUV Listrik Modern yang Nyaman untuk Harian
Jumat / 05-06-2026, 10:12 WIB
Amazon Luncurkan Robot Gudang Berbasis AI di Inggris
Jumat / 05-06-2026, 10:11 WIB
Baskin Robbins Diskon 50% untuk Mini Ice Cream Cake via Allo Paylater
Jumat / 05-06-2026, 10:08 WIB
PLAVE Siapkan Tur Dunia 2026 dan Putar Film Konser di CGV
Jumat / 05-06-2026, 10:08 WIB
PHK Sektor Teknologi AS Tertinggi dalam Dua Tahun, Dipicu Belanja AI
Jumat / 05-06-2026, 10:08 WIB
Kementerian ESDM Kaji Skema Gross Split untuk Tambang Minerba
Jumat / 05-06-2026, 10:08 WIB
Honor Magic V6 Resmi Meluncur di Malaysia, Ponsel Lipat Tertipis di Dunia
Jumat / 05-06-2026, 10:07 WIB
AS Kenakan Bea Masuk Tambahan 10 Persen untuk Ekspor Indonesia
Jumat / 05-06-2026, 10:07 WIB
Honor Magic V6 Resmi Meluncur, Ponsel Lipat Tertipis di Dunia
Jumat / 05-06-2026, 10:07 WIB
Thomas Tuchel Gandeng Miami United untuk Persiapan Timnas Inggris
Jumat / 05-06-2026, 10:04 WIB
Tembok Kotoran Tetangga Bikin Rumah Warga Australia Sulit Laku
Jumat / 05-06-2026, 10:04 WIB






