Musim perdana Sandy Walsh di Asia Tenggara langsung berbuah manis. Bek Timnas Indonesia itu sukses membawa Buriram United meraih tiga trofi sekaligus dalam satu musim.

Gelar treble dipastikan setelah Buriram United menaklukkan PT Prachuap 1-0 melalui babak perpanjangan waktu pada final Piala FA Thailand akhir pekan lalu.

>>> Kenali Gejala Kerusakan Baterai Motor Listrik SLA dan Lithium

Sebelumnya, klub berjuluk Thunder Castle itu sudah mengunci gelar juara Thai League 1 dan ASEAN Club Championship pada musim 2025-2026.

Pencapaian ini menjadi pembuktian bagi Walsh yang memilih meninggalkan karier di Eropa.

Pemain berusia 31 tahun itu sebelumnya bermain di Belgia bersama Genk dan Zulte Waregem, serta sempat membela Yokohama F.

Marinos di Jepang pada awal 2025.

Dominasi Buriram United di kompetisi domestik kian tak terbendung dengan lima gelar liga beruntun.

Klub ini juga berhasil menembus babak perempat final AFC Champions League Elite dalam dua musim terakhir.

Kesan Walsh Bermain di Asia Tenggara

"Tentu saja Buriram adalah klub besar di Asia Tenggara dan juga Asia.

Kami mampu bersaing hingga fase gugur ACL Elite dan itu bukan sesuatu yang datang begitu saja," kata Walsh dalam wawancara dengan ESPN Asia.

Pemain kelahiran Brussels ini mengaku takjub dengan pengelolaan klub yang sangat detail sejak pertama kali menginjakkan kaki di Chang Arena.

"Ketika datang, mata saya benar-benar terbuka melihat bagaimana sebuah tim di Asia Tenggara bisa bekerja sangat profesional dan memperhatikan detail-detail kecil untuk terus menang.

Itu yang sangat saya nikmati musim ini," ujarnya.

>>> Formula 1 Perpanjang Kontrak GP Las Vegas hingga 2037