Baterai merupakan komponen paling krusial pada motor listrik. Mengetahui tanda-tanda kerusakan baterai sejak dini dapat mencegah masalah lebih besar.

Hernest, Owner Bogor Battery Electric Motion (BEMo), menjelaskan bahwa gejala kerusakan berbeda antara baterai tipe SLA (Sealed Lead Acid) dan Lithium.

>>> Formula 1 Perpanjang Kontrak GP Las Vegas hingga 2037

Gejala Kerusakan Baterai SLA

Baterai SLA yang mulai rusak mudah dikenali secara fisik. Ciri utamanya adalah bentuk baterai yang kembung.

Selain itu, indikator pada speedometer menjadi tidak stabil. Saat gas diputar, indikator turun drastis, namun ketika jalan lurus dan gas konstan, indikator kembali stabil.

Menurut Hernest, kondisi ini menandakan baterai sudah tidak seimbang (balance).

>>> 5 Racikan Kopi Sehat untuk Diet dan Turunkan Berat Badan

Gejala Kerusakan Baterai Lithium

Baterai Lithium terbungkus casing pelindung sehingga tidak bisa dipantau dari perubahan fisik. Pemilik harus lebih peka terhadap perilaku motor saat berkendara.

Ciri kerusakan baterai Lithium adalah ketika baterai sudah di-charge penuh, tetapi saat digunakan (discharging) indikator langsung drop drastis.

Hernest menambahkan, jika saat gas diputar indikator menunjukkan 0 persen, lalu saat gas dilepas indikator naik lagi, itu tanda salah satu sel baterai sudah rusak.

>>> Mantan ART Andre Taulany Bantah Niat Jahat dalam Unggahan Media Sosial

Dengan memahami perbedaan gejala ini, pemilik motor listrik dapat lebih waspada dan segera melakukan pengecekan ke bengkel spesialis baterai.