Investor Lepas Saham Teknologi Usai Laporan Laba Broadcom Mengecewakan
Para investor melepas saham teknologi dan beralih ke sektor ekonomi lama pada Kamis waktu Amerika Serikat setelah laporan laba Broadcom Inc. menghambat laju reli pasar terkait kecerdasan buatan.
Pergeseran ini membuat Indeks Nasdaq 100 ditutup turun 0,5% di New York setelah sempat merosot hingga 1,6%, sementara S&P 500 naik 0,4% dan Indeks Dow Jones Industrial Average berhasil mencetak rekor tertinggi baru.
>>> Mayora Indah Bagikan Dividen Tunai Rp60 Per Saham
Kondisi pasar ini dipicu oleh penurunan saham Broadcom sebesar 13% akibat perkiraan pendapatan chip kecerdasan buatan yang mengecewakan investor, meskipun perusahaan telah beralih ke pelanggan sektor tersebut.
Penurunan proyeksi Broadcom memicu kecemasan pasar terhadap sektor kecerdasan buatan yang diperparah pernyataan dari Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. mengenai keterbatasan pasokan chip global.
Ekonom senior di Interactive Brokers menilai situasi ini sebagai koreksi terhadap ekspektasi pasar yang terlampau tinggi pada sektor teknologi.
"Laporan laba Broadcom yang lebih lemah dari perkiraan meredam perdagangan semikonduktor yang ‘panas’, karena Wall Street mempertanyakan apakah belanja modal yang besar di bidang AI akan membenarkan kenaikan tajam saham-saham teknologi," kata José Torres, ekonom senior di Interactive Brokers.
Sentimen serupa juga disampaikan oleh perwakilan dari Vital Knowledge mengenai psikologi pasar saat ini.
"Masalah utama pada sektor teknologi adalah ekspektasi yang sangat tinggi," kata Adam Crisafulli dari Vital Knowledge.
Crisafulli menambahkan bahwa tidak ada laporan keuangan yang buruk secara fundamental, namun standar penilaian menjadi terlalu tinggi akibat kenaikan parabolik sebelumnya.
Tensi Geopolitik dan Data Ketenagakerjaan
Di luar sektor teknologi, tensi geopolitik meningkat setelah DPR AS yang dikuasai Partai Republik melakukan pemungutan suara 215-208 pada Rabu lalu untuk menghentikan konflik dengan Iran.
Update Terbaru
Rasio Staking Ethereum Tembus 33,9%, 40,7 Juta ETH Terkunci
Rabu / 22-07-2026, 06:39 WIB
Hukuman Larry Millete, Pembunuh Istri yang Hilang, Akan Dibacakan September
Rabu / 22-07-2026, 06:39 WIB
Polisi Kumpulkan Lebih dari 100 Senjata Api di Acara Encinitas
Rabu / 22-07-2026, 06:39 WIB
Nuanu Luncurkan Sutala Market, Target Masuk 5 Besar Destinasi Gastronomi Asia Tenggara
Rabu / 22-07-2026, 06:35 WIB
Operasi Jailhouse Sting di California: Antara Alat Investigasi dan Kontroversi
Rabu / 22-07-2026, 06:35 WIB
Memahami Perbedaan Gambler's Fallacy dan Regression to the Mean
Rabu / 22-07-2026, 06:34 WIB
Protes Warnai Sidang Pete Hegseth soal Perang Iran
Rabu / 22-07-2026, 06:29 WIB
Lizzo Tampil Percaya Diri di Sampul Sports Illustrated Swimsuit
Rabu / 22-07-2026, 06:28 WIB
Terry Dubrow Tantang Vicki Gunvalson Taruhan $100K Soal Harta
Rabu / 22-07-2026, 06:28 WIB
Amber Rose Gugat Klub Anggota di LA, Hiasan Jatuh Timpa Kepala
Rabu / 22-07-2026, 06:28 WIB
Marko Simic Berperan Besar di Balik Kedatangan Dua Pemain Asing Persija
Rabu / 22-07-2026, 06:28 WIB
Alasan Persija Perpanjang Kontrak Andritany Ardhiyasa Terungkap
Rabu / 22-07-2026, 06:28 WIB
PBNU Resmi Undang Presiden Prabowo Buka Muktamar NU ke-35 di Jombang
Rabu / 22-07-2026, 06:28 WIB
LUN8 Rilis 'Off the Grid': Album tentang Kebebasan dan Melepaskan Diri
Rabu / 22-07-2026, 06:25 WIB







