Trump Media & Technology Group mengumumkan rencana untuk menjual akses berkecepatan tinggi ke unggahan Truth Social.

Layanan ini memungkinkan firma Wall Street bertransaksi berdasarkan informasi yang bergerak di pasar sebelum publik umum mengetahuinya.

>>> California Bersiap Hadapi Lonjakan Hiu Putih Remaja Musim Panas Ini

Layanan baru bernama Truth PSI ini akan memberikan pelanggan institusional akses pertama ke konten dari akun-akun profil tinggi.

Langkah tersebut langsung menuai kritik tajam dari para ahli etika.

Kathleen Clark, profesor di Washington University School of Law, menyebut inisiatif ini sebagai pelanggaran etika yang terang-terangan.

"Dia menjual akses prioritas yang dipercepat ke informasi tentang apa yang dia lakukan sebagai presiden," ujar Clark.

Clark menambahkan bahwa skema ini merupakan konflik langsung dengan standar etika tradisional.

>>> Aktivitas Industri Pengolahan Tetap Ekspansif, Mesin dan Mamin Jadi Penopang

"Ini adalah korupsi yang lebih berani, eksploitasi kekuasaan pemerintah yang tidak pantas untuk memperkaya diri sendiri," tegasnya.

Monetisasi Aset Properti

Truth PSI merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memonetisasi aset miliknya. Kevin McGurn, CEO baru Trump Media, menyebut langkah ini sebagai bagian dari "strategi untuk memonetisasi aset properti".

McGurn menyatakan bahwa layanan data premium ini akan menghasilkan manfaat finansial yang substansial bagi perusahaan teknologi tersebut.

Ia memperkirakan Truth PSI akan menjadi "sumber pendapatan yang berarti dan berkelanjutan".

>>> J Trust Bank Gelar Golf Tournament 2026, Apresiasi Loyalitas Nasabah

Trump Media berencana meluncurkan layanan berlangganan berkecepatan tinggi ini bulan depan. Perusahaan mengklaim telah mengamankan kelompok awal klien institusional.