Di atas selembar kertas, beliau memberikan persetujuan tertulis untuk menerapkan GSM sebagai standar teknologi seluler di Indonesia.

>>> Sinopsis Nobody Loves Kay, Kisah Pro Player Bangkit dari Kejatuhan

Disposisi tertulis tersebut menjadi landasan utama migrasi teknologi serta pengembangan industri seluler nasional dari sistem analog menuju digital.

Langkah besar ini mengubah lanskap telekomunikasi Indonesia secara masif.

Pasca-disposisi tersebut, momen bersejarah tercipta di halaman Ruang Transmisi Telkom di Bukit Dangas, Pulau Batam, pada Jumat 2 September 1994.

Menristek BJ Habibie hadir langsung meresmikan pengoperasian Telkomsel GSM Pulau Batam di bawah menara setinggi 70 meter.

Dalam acara peresmian yang didampingi Direktur Utama Telkom saat itu, Setyanto, Habibie langsung melakukan panggilan telepon perdana berbasis GSM.

Hubungan telepon tersebut berhasil terhubung dari Pulau Batam menuju Jakarta dan London.

Delapan bulan berselang, tepatnya pada 26 Mei 1995, PT Telekomunikasi Selular resmi berdiri dengan merek dagang Telkomsel.

Habibie kemudian tercatat sebagai orang pertama yang melakukan panggilan telepon menggunakan layanan kartuHalo pada 25 Mei 1996.

Sebagai bentuk dedikasi dan penghormatan atas kontribusi besar tersebut, perusahaan menganugerahkan penghargaan khusus kepada Habibie.

Beliau dinobatkan secara resmi sebagai pelanggan ke-100 juta dalam acara perayaan pencapaian perusahaan pada tahun 2011.

Setelah melewati fase layanan dasar seperti suara, SMS, dan data, industri telekomunikasi kini telah melangkah ke era 5G serta Artificial Intelligence (AI).

>>> Haier Luncurkan Horizon Refrigerators Collection untuk Pasar Premium Indonesia

Teknologi baru ini terus mendorong akselerasi transformasi digital di berbagai sektor kehidupan masyarakat.